Bab 3

Teknik Khusus Perhitungan Potensial

Pemisahan variabel dalam tiga sistem koordinat, fungsi Bessel dan polinomial Legendre, harmonik sferikal, serta metode citra — alat-alat analitis untuk menyelesaikan persamaan Laplace dalam geometri yang memiliki simetri.

3.1 Persamaan Laplace dan Poisson

Dalam elektrostatika, potensial $V$ di wilayah tanpa muatan memenuhi persamaan Laplace; di wilayah bermuatan, memenuhi persamaan Poisson:

$$ \nabla^2 V = 0 \qquad\text{(Laplace — tanpa muatan)} $$
$$ \nabla^2 V = -\frac{\rho}{\varepsilon_0} \qquad\text{(Poisson — ada muatan)} $$
Mengapa Tidak Langsung Integrasikan?

Persamaan Poisson adalah PDE linear orde dua. Solusi analitis langsung hanya mungkin untuk geometri sangat sederhana. Bab ini membahas tiga teknik utama: pemisahan variabel (mengubah PDE menjadi ODE), fungsi-fungsi khusus (Bessel, Legendre), dan metode citra (trik geometris). Pilihan teknik bergantung pada geometri batas — inilah pentingnya mengenali simetri masalah.

Syarat batas yang umum ditemui:

TipeKondisiFisika
Dirichlet$V$ ditentukan pada batasPermukaan konduktor pada potensial tertentu
Neumann$\partial V/\partial n$ ditentukan pada batas$E_\perp$ diketahui pada permukaan (misal dari hukum Gauss)
Campuran$V$ pada sebagian batas, $\partial V/\partial n$ pada sisanyaKondisi campuran realistis
Batasan Berlaku

Pemisahan variabel hanya menghasilkan solusi analitis ketika permukaan batas sejajar dengan permukaan koordinat (kotak untuk Kartesius, silinder/bola untuk koordinat kurvilinier). Untuk geometri lain (misalnya elipsoid, prisma segitiga), teknik numerik (elemen hingga, beda hingga) diperlukan.

3.2 Teorema Unikitas

Teorema 3.1 — Unikitas Solusi Persamaan Laplace

Solusi persamaan Laplace (atau Poisson) dalam suatu volume $\mathcal{V}$ yang memenuhi syarat batas Dirichlet pada seluruh permukaan batas $\mathcal{S}$ adalah unik. Untuk syarat batas Neumann, solusi unik hingga konstanta aditif (yang tidak memengaruhi $\mathbf{E} = -\nabla V$).

3.2.1 Bukti via Teorema Green I

Bukti Unikitas Solusi (Teorema Keunikan Pertama - Kasus Dirichlet)

Langkah 1: Pengandaian Solusi Ganda
Untuk membuktikan keunikan solusi secara kontradiksi, kita asumsikan terdapat dua fungsi potensial listrik berbeda, $V_1$ dan $V_2$, yang memenuhi Persamaan Poisson pada domain volume $\mathcal{V}$ dengan distribusi muatan $\rho$ yang sama:

$$ \nabla^2 V_1 = -\frac{\rho}{\varepsilon_0} \quad \text{dan} \quad \nabla^2 V_2 = -\frac{\rho}{\varepsilon_0} \qquad \text{di dalam } \mathcal{V} $$

Kedua fungsi ini juga terikat pada kondisi batas Dirichlet yang sama pada seluruh permukaan luar $\mathcal{S}$ yang melingkupi volume tersebut:

$$ V_1 = V_2 = V_{\text{batas}} \qquad \text{pada permukaan } \mathcal{S} $$

Langkah 2: Konstruksi Fungsi Selisih
Kita definisikan fungsi baru $U$ sebagai selisih dari kedua potensial tersebut, $U = V_1 - V_2$. Karena operator Laplacian ($\nabla^2$) bersifat linier, sifat pengurangan ini menghasilkan persamaan:

$$ \nabla^2 U = \nabla^2 (V_1 - V_2) = \nabla^2 V_1 - \nabla^2 V_2 = \left(-\frac{\rho}{\varepsilon_0}\right) - \left(-\frac{\rho}{\varepsilon_0}\right) = 0 \quad \text{di } \mathcal{V} $$

Ini membuktikan bahwa fungsi selisih $U$ memenuhi Persamaan Laplace di dalam volume $\mathcal{V}$. Nilai fungsi $U$ pada permukaan batas $\mathcal{S}$ menjadi:

$$ U = V_1 - V_2 = V_{\text{batas}} - V_{\text{batas}} = 0 \qquad \text{pada } \mathcal{S} $$

Langkah 3: Penerapan Identitas Produk Vektor
Mari tinjau identitas kalkulus vektor untuk divergensi perkalian skalar-vektor $\nabla \cdot (U \mathbf{A})$ dengan menetapkan medan vektor $\mathbf{A} = \nabla U$:

$$ \nabla \cdot (U\,\nabla U) = U\,(\nabla \cdot \nabla U) + (\nabla U) \cdot (\nabla U) = U\,\nabla^2 U + |\nabla U|^2 $$

Karena pada Langkah 2 kita ketahui bahwa $\nabla^2 U = 0$ di seluruh ruang dalam volume, suku pertama di sisi kanan runtuh menjadi nol, sehingga menyisakan:

$$ \nabla \cdot (U\,\nabla U) = |\nabla U|^2 $$

Langkah 4: Integrasi dan Teorema Divergensi Gauss
Kita lakukan integrasi terhadap elemen volume $d\tau$ di seluruh ruang $\mathcal{V}$, lalu ubah integral volumenya menjadi integral permukaan tertutup menggunakan Teorema Divergensi Gauss:

$$ \int_{\mathcal{V}} |\nabla U|^2\,d\tau = \int_{\mathcal{V}} \nabla \cdot (U\,\nabla U)\,d\tau = \oint_{\mathcal{S}} (U\,\nabla U) \cdot d\mathbf{a} = \oint_{\mathcal{S}} U\,\left(\frac{\partial U}{\partial n}\right)\,da $$

Perhatikan suku integral permukaan kanan atas. Karena nilai $U = 0$ secara merata pada seluruh permukaan batas $\mathcal{S}$, maka seluruh nilai integrasi luar tersebut dipastikan bernilai nol:

$$ \int_{\mathcal{V}} |\nabla U|^2\,d\tau = 0 $$

Langkah 5: Konklusi Identitas Fungsi
Nilai kuadrat magnitudo $|\nabla U|^2$ secara matematis bernilai selalu positif atau nol ($|\nabla U|^2 \geq 0$). Integral dari fungsi bernilai non-negatif hanya bisa menghasilkan nilai nol jika dan hanya jika fungsi di dalam integral tersebut bernilai nol di setiap titik:

$$ \nabla U = \mathbf{0} \quad \implies \quad U = \text{konstan} \qquad \text{di seluruh } \mathcal{V} $$

Karena pada batas luar nilai $U = 0$, maka konstanta tersebut haruslah bernilai nol ($U = 0$) di mana-mana. Ini berarti:

$$ V_1 - V_2 = 0 \quad \implies \quad V_1 = V_2 \qquad \text{secara identik di seluruh } \mathcal{V} $$

Pengandaian awal kita runtuh, dan keunikan solusi potensial elektrostatik di bawah kondisi batas Dirichlet terbukti secara mutlak. $\blacksquare$

3.2.2 Kondisi Batas Dirichlet dan Neumann

Implikasi Praktis

Dirichlet memberikan unikitas penuh — jika kita menemukan satu solusi yang memenuhi PDE dan syarat batas, itu adalah satu-satunya solusi. Ini sangat berguna: kita bisa menebak bentuk solusi dari pertimbangan fisik, memeriksa batas, dan jika cocok, selesai — tidak perlu menyelesaikan PDE secara eksplisit.

Neumann memberikan unikitas hingga konstanta — solusi mungkin bergeser $V \to V + C$. Konstanta ini tidak mempengaruhi medan $\mathbf{E} = -\nabla V$ (karena $\nabla C = 0$), jadi untuk tujuan praktis, kita bisa memilih $C$ dengan mudah (misalnya $V \to 0$ di titik acuan).

Contoh Kasus — Verifikasi Unikitas: Bola dalam Medan Seragam

Sebuah bola konduktor berjari-jari $R$ ditempatkan dalam medan seragam $\mathbf{E}_0 = E_0\,\hat{\mathbf{z}}$. Tanpa menyelesaikan PDE dari awal, tentukan apakah fungsi berikut adalah solusi yang benar untuk wilayah luar bola ($r > R$):

$$ V(r,\theta) = -E_0\left(r - \frac{R^3}{r^2}\right)\cos\theta $$

Langkah 1 — Periksa Persamaan Laplace ($\nabla^2 V = 0$).
Karena sistem ini memiliki simetri azimut (tidak bergantung pada sudut $\phi$), operator Laplacian dalam koordinat bola disederhanakan menjadi komponen radial dan angular:

$$ \nabla^2 V = \frac{1}{r^2}\frac{\partial}{\partial r}\left(r^2 \frac{\partial V}{\partial r}\right) + \frac{1}{r^2\sin\theta}\frac{\partial}{\partial \theta}\left(\sin\theta \frac{\partial V}{\partial \theta}\right) = 0 $$

A. Evaluasi Suku Radial:
Mula-mula, kita hitung turunan parsial pertama terhadap $r$:

$$ \frac{\partial V}{\partial r} = -E_0\cos\theta \frac{\partial}{\partial r}\left(r - R^3r^{-2}\right) = -E_0\cos\theta \left(1 + \frac{2R^3}{r^3}\right) $$

Kalikan hasil di atas dengan $r^2$ sebelum melakukan turunan parsial kedua:

$$ r^2 \frac{\partial V}{\partial r} = -E_0\cos\theta \left(r^2 + \frac{2R^3}{r}\right) $$

Turunkan kembali terhadap $r$ dan kalikan dengan $\frac{1}{r^2}$ untuk mendapatkan Suku Radial total:

$$ \text{Suku Radial} = \frac{1}{r^2} \frac{\partial}{\partial r}\left[-E_0\cos\theta \left(r^2 + \frac{2R^3}{r}\right)\right] = \frac{-E_0\cos\theta}{r^2} \left(2r - \frac{2R^3}{r^2}\right) = -E_0\cos\theta \left(\frac{2}{r} - \frac{2R^3}{r^4}\right) $$

B. Evaluasi Suku Angular:
Mula-mula, kita hitung turunan parsial pertama terhadap $\theta$:

$$ \frac{\partial V}{\partial \theta} = -E_0\left(r - \frac{R^3}{r^2}\right) \frac{\partial}{\partial \theta}(\cos\theta) = E_0\left(r - \frac{R^3}{r^2}\right)\sin\theta $$

Kalikan dengan $\sin\theta$, lalu turunkan kembali terhadap $\theta$:

$$ \frac{\partial}{\partial \theta}\left(\sin\theta \frac{\partial V}{\partial \theta}\right) = E_0\left(r - \frac{R^3}{r^2}\right) \frac{\partial}{\partial \theta}(\sin^2\theta) = E_0\left(r - \frac{R^3}{r^2}\right) (2\sin\theta\cos\theta) $$

Kalikan dengan $\frac{1}{r^2\sin\theta}$ untuk menyelesaikan Suku Angular total:

$$ \text{Suku Angular} = \frac{1}{r^2\sin\theta} \left[E_0\left(r - \frac{R^3}{r^2}\right) (2\sin\theta\cos\theta)\right] = \frac{2E_0\cos\theta}{r^2}\left(r - \frac{R^3}{r^2}\right) = E_0\cos\theta \left(\frac{2}{r} - \frac{2R^3}{r^4}\right) $$

C. Penjumlahan Akhir ($\nabla^2 V$):
Gabungkan hasil Suku Radial dan Suku Angular:

$$ \nabla^2 V = \underbrace{-E_0\cos\theta \left(\frac{2}{r} - \frac{2R^3}{r^4}\right)}_{\text{Radial}} + \underbrace{E_0\cos\theta \left(\frac{2}{r} - \frac{2R^3}{r^4}\right)}_{\text{Angular}} = 0 $$

Karena hasilnya tepat bernilai nol, fungsi potensial terbukti memenuhi Persamaan Laplace. $\checkmark$

Langkah 2 — Periksa syarat batas di $r = R$.

$$ V(R,\theta) = -E_0\left(R - \frac{R^3}{R^2}\right)\cos\theta = -E_0(R - R)\cos\theta = 0 $$

Permukaan bola berada pada $V = 0$ — konsisten dengan konduktor bertanah. $\checkmark$

Langkah 3 — Periksa batas di $r \to \infty$.

$$ V(r,\theta) \xrightarrow{r\to\infty} -E_0\,r\cos\theta = -E_0\,z $$

Ini memberikan $\mathbf{E} = -\nabla(-E_0 z) = E_0\,\hat{\mathbf{z}}$ — medan seragam yang diinginkan. $\checkmark$

Kesimpulan: Berdasarkan teorema unikitas, fungsi di atas adalah satu-satunya solusi yang benar — tidak perlu mencari alternatif lain. Kita menebak solusi dari bentuk fisik, memverifikasi kesesuaian batas ruang, dan penyelesaian selesai secara mutlak. $\blacksquare$

3.3 Metode Pemisahan Variabel: Kartesius

Jika batas dapat dideskripsikan oleh permukaan yang konstan dalam koordinat Kartesius (kotak, balok, atau separuh-ruang tak terbatas), kita ansatkan:

$$ V(x,y,z) = X(x)\,Y(y)\,Z(z) $$

Substitusi ke $\nabla^2 V = 0$ dan bagi oleh $XYZ$:

$$ \frac{1}{X}\frac{d^2X}{dx^2} + \frac{1}{Y}\frac{d^2Y}{dy^2} + \frac{1}{Z}\frac{d^2Z}{dz^2} = 0 $$

Masing-masing suku hanya bergantung pada satu variabel, jadi masing-masing harus sama dengan konstanta pemisahan. Tanda konstanta menentukan bentuk solusi:

$$ \frac{d^2 f}{du^2} + k^2 f = 0 \quad\Longrightarrow\quad f(u) = \begin{cases} A\cos(ku) + B\sin(ku) & k^2 > 0 \;\text{(osilatorik)} \\ A + Bu & k^2 = 0 \;\text{(linear)} \\ A\,e^{ku} + B\,e^{-ku} & k^2 < 0 \;\text{(eksponensial)} \end{cases} \notag $$

Konstanta pemisahan tidak independen: $k_x^2 + k_y^2 + k_z^2 = 0$, sehingga tidak semua bisa positif atau negatif. Untuk masalah terbatas (kotak), setiap arah dengan dua batas homogen menghasilkan solusi osilatorik; arah dengan satu batas homogen menghasilkan solusi eksponensial (atau kombinasi sinh/cosh).

Contoh 3.2 — Persegi Panjang 2D dengan Satu Sisi Bermuatan

Sebuah wilayah persegi panjang dua dimensi dibatasi oleh koordinat $0 \leq x \leq a$ dan $0 \leq y \leq b$. Wilayah ini memiliki nilai potensial nol ($V = 0$) pada tiga sisi pembatasnya ($x=0$, $x=a$, dan $y=b$), serta nilai potensial konstan tetap $V = V_0$ pada sisi bawahnya ($y = 0$). Tentukan fungsi potensial umum $V(x,y)$ di dalam ruang tersebut.

Langkah 1 — Pemisahan Variabel (Separation of Variables).
Kita mulai dengan mengasumsikan solusi produk dari dua buah fungsi satu variabel independen:

$$ V(x,y) = X(x)Y(y) $$

Substitusikan bentuk asumsi ini ke dalam Persamaan Laplace dua dimensi $\frac{\partial^2 V}{\partial x^2} + \frac{\partial^2 V}{\partial y^2} = 0$:

$$ Y(y)\frac{d^2 X(x)}{dx^2} + X(x)\frac{d^2 Y(y)}{dy^2} = 0 $$

Bagi kedua sisi persamaan dengan nilai $X(x)Y(y)$ untuk memisahkan variabel-variabelnya ke sisi yang berbeda:

$$ \frac{1}{X(x)}\frac{d^2 X(x)}{dx^2} = -\frac{1}{Y(y)}\frac{d^2 Y(y)}{dy^2} = -k^2 $$

Keunikan dari persamaan ini adalah sisi kiri hanya bergantung pada $x$ dan sisi kanan hanya bergantung pada $y$. Agar kondisi ini terpenuhi untuk semua nilai koordinat, kedua bagian harus bernilai sama dengan sebuah tetapan pemisahan konstan (kita pilih $-k^2$). Hal ini memecah PDE awal menjadi dua persamaan diferensial biasa (ODE):

$$ \frac{d^2 X}{dx^2} + k^2 X = 0 \quad \text{dan} \quad \frac{d^2 Y}{dy^2} - k^2 Y = 0 $$

Langkah 2 — Evaluasi Kondisi Batas Homogen ($V = 0$).
Solusi umum untuk komponen spasial $X(x)$ berbentuk osilasi harmonik:

$$ X(x) = A\sin(kx) + B\cos(kx) $$
  • Terapkan syarat batas kiri $V(0,y) = 0 \implies X(0) = 0$:
    $X(0) = A\sin(0) + B\cos(0) = B = 0$. Maka suku kosinus hilang.
  • Terapkan syarat batas kanan $V(a,y) = 0 \implies X(a) = 0$:
    $X(a) = A\sin(ka) = 0$. Untuk menghindari solusi trivial ($A=0$), maka nilai argumen sinus harus memenuhi $\sin(ka) = 0$, yang menghasilkan nilai eigen diskrit $k_n = \frac{n\pi}{a}$ untuk $n = 1, 2, 3, \dots$

Solusi umum untuk komponen spasial $Y(y)$ berbentuk eksponensial atau hiperbolik:

$$ Y(y) = C\cosh(k_n y) + D\sinh(k_n y) $$
  • Terapkan syarat batas atas $V(x,b) = 0 \implies Y(b) = 0$:
    $Y(b) = C\cosh(k_n b) + D\sinh(k_n b) = 0 \implies C = -D\frac{\sinh(k_n b)}{\cosh(k_n b)}$.

Substitusikan nilai $C$ kembali ke persamaan $Y(y)$ dan terapkan identitas selisih sudut sinus hiperbolik $\sinh(\alpha - \beta) = \sinh\alpha\cosh\beta - \cosh\alpha\sinh\beta$:

$$ Y_n(y) = D \left[ \sinh(k_n y) - \frac{\sinh(k_n b)}{\cosh(k_n b)}\cosh(k_n y) \right] = \frac{D}{\cosh(k_n b)} \left[ \sinh(k_n y)\cosh(k_n b) - \cosh(k_n y)\sinh(k_n b) \right] $$
$$ Y_n(y) = D' \sinh\bigl(k_n(y - b)\bigr) = -D' \sinh\bigl(k_n(b - y)\bigr) $$

Dengan menggabungkan konstanta amplitudo $A$ dan $-D'$ ke dalam satu koefisien baru $C_n$, prinsip superposisi memberikan solusi total berbentuk deret tak hingga:

$$ V(x,y) = \sum_{n=1}^{\infty} C_n \sin\left(\frac{n\pi x}{a}\right)\sinh\left(\frac{n\pi(b-y)}{a}\right) $$

Langkah 3 — Penentuan Koefisien Menggunakan Ortogonalitas Fourier.
Terapkan kondisi batas non-homogen terakhir pada sisi bawah ($y = 0$) di mana nilai $V = V_0$:

$$ V_0 = \sum_{n=1}^{\infty} \left[ C_n \sinh\left(\frac{n\pi b}{a}\right) \right] \sin\left(\frac{n\pi x}{a}\right) $$

Ini merupakan bentuk ekspansi deret Fourier sinus untuk fungsi konstan $V_0$. Kita kalikan kedua sisi dengan fungsi uji $\sin(\frac{m\pi x}{a})$ dan integrasikan sepanjang domain dari $0$ hingga $a$:

$$ \int_0^a V_0 \sin\left(\frac{m\pi x}{a}\right) dx = \sum_{n=1}^{\infty} C_n \sinh\left(\frac{n\pi b}{a}\right) \int_0^a \sin\left(\frac{n\pi x}{a}\right)\sin\left(\frac{m\pi x}{a}\right) dx $$

Berdasarkan sifat ortogonalitas fungsi sinus, nilai integral di sisi kanan akan bernilai nol untuk semua nilai $n \neq m$, dan hanya menyisakan nilai $\frac{a}{2}$ saat nilai $n = m$:

$$ V_0 \left[ -\frac{a}{n\pi}\cos\left(\frac{n\pi x}{a}\right) \right]_0^a = C_n \sinh\left(\frac{n\pi b}{a}\right) \cdot \frac{a}{2} $$
$$ \frac{V_0 a}{n\pi} \bigl[1 - \cos(n\pi)\bigr] = C_n \frac{a}{2}\sinh\left(\frac{n\pi b}{a}\right) \implies C_n = \frac{2V_0}{n\pi \sinh(n\pi b/a)}\bigl[1 - (-1)^n\bigr] $$

Nilai suku faktor penyebut $\bigl[1 - (-1)^n\bigr]$ akan bernilai $0$ untuk semua bilangan $n$ genap, dan bernilai $2$ untuk semua bilangan $n$ ganjil. Kita ubah indeks deret menjadi bilangan ganjil murni dengan menetapkan $n = 2m-1$ untuk $m = 1, 2, 3, \dots$

$$ \boxed{V(x,y) = \frac{4V_0}{\pi}\sum_{m=1}^{\infty}\frac{1}{2m-1}\,\frac{\sin\!\bigl((2m-1)\pi x/a\bigr)\,\sinh\!\bigl((2m-1)\pi(b-y)/a\bigr)}{\sinh\!\bigl((2m-1)\pi b/a\bigr)}} $$

Langkah 4 — Verifikasi Akhir Kondisi Batas.

  • Pada batas atas ($y = b$): Setiap komponen suku memiliki faktor nilai $\sinh(0) = 0$, sehingga menghasilkan total nilai potensial menyeluruh $V(x,b) = 0$. $\checkmark$
  • Pada batas samping ($x = 0$ atau $x = a$): Setiap komponen suku memiliki faktor nilai $\sin(0) = 0$ atau $\sin(n\pi) = 0$, sehingga menghasilkan total nilai potensial menyeluruh $V(0,y) = V(a,y) = 0$. $\checkmark$
  • Pada batas bawah ($y = 0$): Fungsi deret bertransformasi kembali secara utuh menjadi representasi deret Fourier sinus dari fungsi konstan bernilai $V_0$. Solusi terbukti valid dan konsisten secara fisis maupun matematis. $\checkmark$
x y 0 V = V₀ V = 0 V = 0 V = 0 a = 10 cm b = 10 cm 80 V 50 V 25 V 10 V 3 V P V ≈ 25,1 V E = −∇V
Gambar 3.1 — Potensial dalam persegi panjang dengan $V = V_0$ pada sisi bawah dan $V = 0$ pada tiga sisi lainnya. Garis-garis putus-putus adalah kurva ekuipotensial yang terkonsentrasi di dekat sisi bermuatan dan merenggang mendekati sisi nol. Di titik P (pusat), $V \approx 25{,}1$ V.
Pemisahan Variabel 3D Kartesius dan Solusi Penampang $X$ & $Y$

Sebuah rongga berbentuk balok tiga dimensi dibatasi oleh koordinat spasial $0 \leq x \leq a$, $0 \leq y \leq b$, dan $0 \leq z \leq c$. Kotak logam ini memiliki kondisi batas di mana lima dindingnya dihubungkan ke tanah ($V = 0$), yaitu pada sisi $x=0$, $x=a$, $y=0$, $y=b$, dan $z=0$. Sementara itu, bagian tutup atas pada koordinat $z = c$ dijaga pada potensial konstan seragam $V = V_0$. Kita cari fungsi potensial umum $V(x,y,z)$ yang memenuhi persamaan Laplace:

$$ \frac{\partial^2 V}{\partial x^2} + \frac{\partial^2 V}{\partial y^2} + \frac{\partial^2 V}{\partial z^2} = 0 $$

Langkah 1 — Pemisahan Variabel (Separation of Variables)
Kita mengasumsikan solusi produk yang memisahkan ketiga komponen variabel independen secara eksklusif:

$$ V(x,y,z) = X(x)Y(y)Z(z) $$

Substitusikan ansatz produk ini ke dalam Persamaan Laplace dan bagi seluruh ruas dengan nilai produk total $X(x)Y(y)Z(z)$ untuk mengisolasi suku-sukunya:

$$ \frac{1}{X(x)}\frac{d^2 X(x)}{dx^2} + \frac{1}{Y(y)}\frac{d^2 Y(y)}{dy^2} + \frac{1}{Z(z)}\frac{d^2 Z(z)}{dz^2} = 0 $$

Karena setiap fraction kini hanya bergantung pada satu variabel independen, masing-masing suku harus setara dengan sebuah konstanta terpisah. Agar memenuhi kondisi batas nol di kedua ujung penampang ($x$ dan $y$), kita pilih tetapan bernilai negatif untuk saluran penampang:

$$ \frac{1}{X}\frac{d^2 X}{dx^2} = -k_x^2, \qquad \frac{1}{Y}\frac{d^2 Y}{dy^2} = -k_y^2, \qquad \frac{1}{Z}\frac{d^2 Z}{dz^2} = k_z^2 $$

Ketiga tetapan pemisahan ini terikat secara aljabar melalui persamaan induk kuadratis:

$$ -k_x^2 - k_y^2 + k_z^2 = 0 \implies k_z = \sqrt{k_x^2 + k_y^2} $$

Langkah 2 — Evaluasi Kondisi Batas Homogen Penampang ($X$ dan $Y$)
Persamaan diferensial biasa untuk komponen spasial penampang horizontal membentuk sistem osilator harmonik sederhana:

$$ X(x) = A\sin(k_x x) + B\cos(k_x x) \quad \text{dan} \quad Y(y) = C\sin(k_y y) + D\cos(k_y y) $$
  • Terapkan syarat batas kiri $V(0,y,z) = 0 \implies X(0) = 0$:
    $X(0) = A\sin(0) + B\cos(0) = B = 0$. Maka suku kosinus pada fungsi $X$ gugur.
  • Terapkan syarat batas depan $V(x,0,z) = 0 \implies Y(0) = 0$:
    $Y(0) = C\sin(0) + D\cos(0) = D = 0$. Maka suku kosinus pada fungsi $Y$ gugur.
  • Terapkan syarat batas kanan $V(a,y,z) = 0 \implies X(a) = 0$:
    $X(a) = A\sin(k_x a) = 0 \implies k_x a = n\pi \implies k_x = \frac{n\pi}{a} \qquad (\text{untuk } n = 1, 2, 3, \dots)$
  • Terapkan syarat batas belakang $V(x,b,z) = 0 \implies Y(b) = 0$:
    $Y(b) = C\sin(k_y b) = 0 \implies k_y b = m\pi \implies k_y = \frac{m\pi}{b} \qquad (\text{untuk } m = 1, 2, 3, \dots)$

Melalui penguncian nilai eigen ini, solusi spasial penampang penyeimbang dinyatakan sebagai produk fungsi sinus diskrit $\sin(\frac{n\pi x}{a})\sin(\frac{m\pi y}{b})$.

Langkah 3 — Evaluasi Kondisi Batas Vertikal ($Z$)
Dengan ditemukannya nilai eigen diskrit $k_x$ dan $k_y$ dari Bagian 1, tetapan vertikal $k_z$ ikut terkuantisasi berdasarkan kombinasi indeks murni $(n,m)$:

$$ k_{n,m} = \sqrt{\left(\frac{n\pi}{a}\right)^2 + \left(\frac{m\pi}{b}\right)^2} $$

Solusi umum untuk komponen spasial vertikal $Z(z)$ dituliskan dalam bentuk eksponensial hiperbolik:

$$ Z(z) = F\sinh(k_{n,m} z) + G\cosh(k_{n,m} z) $$
  • Terapkan syarat batas dasar bawah $V(x,y,0) = 0 \implies Z(0) = 0$:
    $Z(0) = F\sinh(0) + G\cosh(0) = G = 0$. Suku kosinus hiperbolik gugur, menyisakan fungsi $Z(z) = F\sinh(k_{n,m} z)$.

Dengan menggabungkan seluruh konstanta amplitudo sisa ke dalam satu koefisien ekspansi baru $C_{n,m}$, prinsip superposisi linier menghasilkan fungsi deret tak hingga dua dimensi:

$$ V(x,y,z) = \sum_{n=1}^{\infty} \sum_{m=1}^{\infty} C_{n,m} \sin\left(\frac{n\pi x}{a}\right) \sin\left(\frac{m\pi y}{b}\right) \sinh(k_{n,m} z) $$

Langkah 4 — Penentuan Koefisien Menggunakan Ortogonalitas Ganda Fourier
Terakhir, kita evaluasi kondisi batas non-homogen pada sisi lempeng tutup bagian atas ($z = c$) di mana potensial bernilai konstan seragam $V = V_0$:

$$ V_0 = \sum_{n=1}^{\infty} \sum_{m=1}^{\infty} \left[ C_{n,m} \sinh(k_{n,m} c) \right] \sin\left(\frac{n\pi x}{a}\right) \sin\left(\frac{m\pi y}{b}\right) $$

Kita manfaatkan sifat ortogonalitas fungsi sinus secara simultan pada dua dimensi penampang dengan mengalikan kedua ruas menggunakan fungsi uji integral produk $\sin(\frac{p\pi x}{a})\sin(\frac{q\pi y}{b})$ sepanjang seluruh luasan alas:

$$ \int_0^a \int_0^b V_0 \sin\left(\frac{p\pi x}{a}\right)\sin\left(\frac{q\pi y}{b}\right) dy\,dx = \left[C_{p,q}\sinh(k_{p,q}c)\right] \int_0^a \sin^2\left(\frac{p\pi x}{a}\right)dx \int_0^b \sin^2\left(\frac{q\pi y}{b}\right)dy $$

Sifat ortogonalitas meluluhkan seluruh komponen indeks di luar kondisi $n=p$ dan $m=q$, serta menghasilkan nilai kontribusi penampang sebesar $(\frac{a}{2})(\frac{b}{2})$. Evaluasi integral tentu untuk fungsi konstan luar menghasilkan:

$$ V_0 \cdot \left( \frac{a}{n\pi}\bigl[1 - (-1)^n\bigr] \right) \cdot \left( \frac{b}{m\pi}\bigl[1 - (-1)^m\bigr] \right) = C_{n,m}\sinh(k_{n,m}c) \cdot \frac{ab}{4} $$

Faktor pengali aljabar $\bigl[1 - (-1)^n\bigr]$ akan bernilai nol untuk seluruh angka indeks genap. Oleh sebab itu, seluruh komponen mode genap otomatis gugur. Suku deret hanya menyisakan bilangan ganjil murni ($n,m = 1, 3, 5, \dots$):

$$ V_0 \cdot \left(\frac{2a}{n\pi}\right) \cdot \left(\frac{2b}{m\pi}\right) = C_{n,m}\sinh(k_{n,m}c) \cdot \frac{ab}{4} \implies C_{n,m} = \frac{16V_0}{\pi^2 n m \sinh(k_{n,m}c)} $$

Substitusi koefisien ini melahirkan ekspansi fungsi analitik final di dalam ruang balok:

$$ \boxed{V(x,y,z) = \frac{16 V_0}{\pi^2} \sum_{n,m \in \text{ganjil}}^{\infty} \frac{\sin\left(\frac{n\pi x}{a}\right) \sin\left(\frac{m\pi y}{b}\right) \sinh\left(\pi z \sqrt{\frac{n^2}{a^2} + \frac{m^2}{b^2}}\right)}{n \cdot m \cdot \sinh\left(\pi c \sqrt{\frac{n^2}{a^2} + \frac{m^2}{b^2}}\right)}} $$

Langkah 5 — Verifikasi Akhir Kondisi Batas Fisis

  • Pada batas samping kiri-kanan ($x = 0, a$) & depan-belakang ($y = 0, b$): Faktor harmonik sinus bernilai $\sin(0) = 0$ atau $\sin(\text{integer}\cdot\pi) = 0$, sehingga menghasilkan potensial nol menyeluruh pada seluruh dinding sisi. $\checkmark$
  • Pada lempeng dasar bawah ($z = 0$): Suku vertikal bertransformasi menjadi komponen $\sinh(0) = 0$, menjamin terpenuhinya kondisi grounding lantai secara merata. $\checkmark$
  • Pada lempeng tutup atas ($z = c$): Komponen fungsi vertikal pembilang dan penyebut saling membagi habis ($\frac{\sinh}{\sinh} = 1$), mengembalikan struktur fungsi ke representasi perluasan deret Fourier dua dimensi dari fungsi konstan bernilai $V_0$. $\checkmark$
x y z 0 Tutup Atas: V = V₀ Alas: V = 0 Dinding: V = 0 x = a y = b z = c
Gambar 3.5 — Kotak tiga dimensi dengan proyeksi perspektif yang benar. Lima sisi logam terhubung ke tanah ($V=0$), dan satu lempeng atas ($z=c$) bermuatan konstan ($V=V_0$).

3.4 Pemisahan Variabel: Koordinat Silinder

Untuk masalah dengan simetri aksial (kawat, silinder, tabung), koordinat silinder $(s, \phi, z)$ adalah pilihan alami. Terdapat dua kasus penting yang berbeda secara mendasar.

3.4.1 Kasus 2D: Tanpa Ketergantungan $z$

Jika sistem fisis memiliki simetri aksial yang seragam sepanjang sumbu-$z$ (seperti pada silinder tak hingga atau analisis potongan melintang sistem dua dimensi), maka potensial listrik bersifat independen terhadap koordinat $z$ ($\frac{\partial V}{\partial z} = 0$). Persamaan Laplace dalam koordinat silinder 2D dituliskan sebagai:

$$ \nabla^2 V = \frac{1}{s}\frac{\partial}{\partial s}\left(s \frac{\partial V}{\partial s}\right) + \frac{1}{s^2}\frac{\partial^2 V}{\partial \phi^2} = 0 $$

Langkah 1 — Substitusi Ansatz Pemisahan Variabel
Kita mengasumsikan solusi produk (ansatz) yang memisahkan kontribusi radial $s$ dan angular $\phi$:

$$ V(s,\phi) = S(s)\,\Phi(\phi) $$

Substitusikan ansatz ini kembali ke dalam persamaan diferensial parsial (PDE) di atas:

$$ \frac{\Phi(\phi)}{s}\frac{d}{ds}\left(s\frac{dS(s)}{ds}\right) + \frac{S(s)}{s^2}\frac{d^2\Phi(\phi)}{d\phi^2} = 0 $$

Untuk memisahkan variabel secara sempurna, kalikan seluruh ruas dengan $\frac{s^2}{S(s)\Phi(\phi)}$:

$$ \frac{s}{S(s)}\frac{d}{ds}\left(s\frac{dS}{ds}\right) + \frac{1}{\Phi(\phi)}\frac{d^2\Phi}{d\phi^2} = 0 $$

Karena suku pertama hanya bergantung pada radius $s$ dan suku kedua hanya bergantung pada sudut $\phi$, masing-masing suku harus bernilai konstan agar persamaannya selalu nol di setiap titik ruang. Kita pilih konstanta pemisahan sebesar $m^2$:

$$ \frac{s}{S}\frac{d}{ds}\left(s\frac{dS}{ds}\right) = m^2 \qquad \text{dan} \qquad \frac{1}{\Phi}\frac{d^2\Phi}{d\phi^2} = -m^2 $$

Langkah 2 — Penyelesaian Persamaan Angular ($\Phi$)
Persamaan diferensial biasa (ODE) untuk komponen angular membentuk osilator harmonik sederhana:

$$ \frac{d^2\Phi}{d\phi^2} + m^2\Phi = 0 \implies \Phi_m(\phi) = A_m\cos(m\phi) + B_m\sin(m\phi) $$

Di alam nyata, ruang silinder bersifat kontinu melingkar penuh. Jika kita memutari silinder sejauh $2\pi$ radian, kita akan kembali ke titik fisik yang persis sama. Oleh karena itu, solusi potensial wajib memenuhi kondisi batas periodisitas tunggal (single-valuedness), yaitu $\Phi(\phi) = \Phi(\phi + 2\pi)$. Batasan fisik ini memaksa konstanta $m$ bernilai bilangan bulat non-negatif murni ($m = 0, 1, 2, 3, \dots$). Nilai non-integer akan memicu diskontinuitas nilai potensial yang mustahil secara fisis.

Langkah 3 — Penyelesaian Persamaan Radial ($S$)
Terapkan aturan turunan berantai (product rule) untuk menjabarkan suku diferensial radial: $\frac{d}{ds}\left(s\frac{dS}{ds}\right) = s\frac{d^2S}{ds^2} + \frac{dS}{ds}$. Substitusikan ini kembali ke persamaan komponen radial:

$$ s\left(s\frac{d^2S}{ds^2} + \frac{dS}{ds}\right) = m^2 S \implies s^2\frac{d^2S}{ds^2} + s\frac{dS}{ds} - m^2 S = 0 $$

Persamaan di atas merupakan bentuk standar dari Persamaan Diferensial Cauchy-Euler (Persamaan Equidimensional). Sifat khas persamaan ini adalah derajat pangkat variabel independen ($s^2, s^1$) selalu berpasangan dengan orde tingkat turunannya. Kita selesaikan menggunakan ansatz fungsi pangkat $S(s) = s^r$:

$$ s^2\left(r(r-1)s^{r-2}\right) + s\left(rs^{r-1}\right) - m^2 s^r = 0 \implies \left[ r(r-1) + r - m^2 \right]s^r = 0 $$
$$ r^2 - m^2 = 0 \implies r = \pm m $$

Kita bagi evaluasi akar karakteristik ini menjadi dua kondisi nilai eigen:

  • Kasus Kasus Trivial ($m = 0$): Akar kembar berbentuk $r = 0$. Solusi umum dasar memerlukan reduksi orde yang memunculkan logaritma alami: $S_0(s) = A_0 + B_0\ln s$. Suku logaritma ini fisis digunakan jika terdapat muatan garis kontinu di pusat.
  • Kasus Kasus Standar ($m \geq 1$): Akar berbeda $r = \pm m$ menghasilkan kombinasi linear fungsi pangkat: $S_m(s) = A_m s^m + B_m s^{-m}$. Suku $s^m$ dominan untuk area interior silinder pejal, sedangkan $s^{-m}$ meluruh dan dominan untuk area eksterior di luar ruang silinder.
⚠️ Perhatian Penting Dalam Analisis Silinder

Banyak akademisi terjebak berasumsi bahwa setiap kali sebuah masalah fisika melibatkan geometri silinder, maka penyelesaiannya pasti memerlukan fungsi Bessel. Pandangan ini salah kaprah. Hanya masalah 3D yang memiliki variasi spasial terhadap sumbu-$z$ ($\frac{\partial V}{\partial z} \neq 0$) yang akan memicu Persamaan Diferensial Bessel. Untuk semua kasus silinder ideal 2D (panjang tak hingga tanpa ketergantungan $z$), operator Laplacian meluruh menjadi persamaan Cauchy-Euler yang menghasilkan solusi fungsi aljabar pangkat biasa — menyederhanakan komputasi secara signifikan.

Contoh 3.3 — Silinder Konduktor dalam Medan Seragam (2D)

Sebuah silinder konduktor berjejari tak hingga dengan radius penampang $R$ diletakkan di dalam medan listrik luar seragam $\mathbf{E}_0 = E_0\,\hat{\mathbf{x}}$. Silinder dihubungkan ke tanah (grounded) sehingga memiliki potensial acuan konstan $V=0$. Tentukan fungsi potensial listrik $V(s,\phi)$, medan listrik $\mathbf{E}(s,\phi)$, dan rapat muatan permukaan terinduksi $\sigma(\phi)$ di wilayah luar silinder ($s > R$).

Langkah 1 — Identifikasi Simetri dan Struktur Umum Solusi.
Karena silinder diasumsikan sangat panjang di sepanjang sumbu-$z$, variasi spasial terhadap potensial diabaikan ($\frac{\partial V}{\partial z} = 0$). Persamaan Laplace dalam koordinat silinder 2D dituliskan sebagai:

$$ \nabla^2 V = \frac{1}{s}\frac{\partial}{\partial s}\left(s \frac{\partial V}{\partial s}\right) + \frac{1}{s^2}\frac{\partial^2 V}{\partial \phi^2} = 0 $$

Secara umum, solusi untuk persamaan eksterior ($s > R$) di atas dapat diekspansikan ke dalam deret tak hingga Fourier-Euler:

$$ V(s,\phi) = (A_0 + B_0 \ln s) + \sum_{m=1}^{\infty} \left(A_m s^m + B_m s^{-m}\right)\cos(m\phi) + \sum_{m=1}^{\infty} \left(C_m s^m + D_m s^{-m}\right)\sin(m\phi) $$

Untuk menentukan koefisien mana yang bertahan, kita terapkan kondisi batas jarak jauh (asimtotik) saat $s \to \infty$. Medan listrik seragam luar yang mengalir searah sumbu-$x$ memberikan profil potensial latar belakang murni sebesar:

$$ V_{\text{asimtotik}} = -E_0 x = -E_0 s \cos\phi $$

Ketika kita mencocokkan deret umum dengan kondisi batas asimtotik tersebut pada komponen yang tumbuh dominan ($\propto s^m$), kita memperoleh konsekuensi matematis berikut:

  1. Eliminasi Suku Sinus: Karena medan luar tidak mengandung komponen spasial sinus, maka seluruh koefisien pertumbuhan $C_m = 0$. Akibatnya, tidak ada pemicu eksternal untuk menginduksi muatan simetri sinus pada permukaan konduktor, sehingga suku peluruhannya juga ikut runtuh menjadi nol ($D_m = 0$).
  2. Eliminasi Suku Orde Tinggi ($m \neq 1$): Potensial luar tidak memiliki suku pertumbuhan kuadratis ($s^2$), kubik ($s^3$), atau orde di atasnya. Oleh karena itu, semua koefisien pertumbuhan $A_m$ untuk nilai $m > 1$ wajib bernilai nol ($A_m = 0$).
  3. Penyaringan Mode Eksklusif ($m = 1$): Hanya suku pertumbuhan pada orde $m = 1$, yaitu $A_1 s^1 \cos(1\phi)$, yang cocok persis dengan struktur linear medan seragam luar. Melalui pencocokan langsung koefisien ini, kita dapatkan nilai pasti $A_1 = -E_0$.

Lebih jauh lagi, karena silinder tidak memiliki muatan netto awal, suku monopol ($B_0 \ln s$) bernilai nol, yang otomatis memaksa $A_0 = 0$ agar potensial tidak bergeser secara konstan pada koordinat tak hingga. Berdasarkan eliminasi ortogonalitas tersebut, seluruh mode eigen selain $m=1$ terbukti runtuh menjadi nol secara mandiri. Fungsi potensial komparatif penyelesaian disederhanakan secara utuh menjadi:

$$ V(s,\phi) = \left(-E_0 s + \frac{B_1}{s}\right)\cos\phi $$

Suku linear $-E_0 s \cos\phi$ merepresentasikan pengaruh langsung dari medan seragam luar, sedangkan suku invers $\frac{B_1}{s}\cos\phi$ merepresentasikan kontribusi medan dwi-kutub (dipole) terinduksi akibat pergeseran muatan bebas di dalam bahan konduktor silinder.

Langkah 2 — Evaluasi Syarat Batas Permukaan ($s = R$).
Karena konduktor ditanah, nilai potensial tepat pada permukaan kulit silinder harus bernilai nol untuk seluruh sudut orientasi $\phi$:

$$ V(R,\phi) = \left(-E_0 R + \frac{B}{R}\right)\cos\phi = 0 $$

Agar persamaan di atas terpenuhi untuk nilai sudut $\phi$ berapapun, suku di dalam tanda kurung wajib bernilai nol secara independen:

$$ -E_0 R + \frac{B}{R} = 0 \implies B = E_0 R^2 $$

Substitusikan konstanta $B$ kembali ke dalam persamaan utama untuk menghasilkan rumusan potensial akhir:

$$ \boxed{V(s,\phi) = -E_0\left(s - \frac{R^2}{s}\right)\cos\phi} $$

Langkah 3 — Penurunan Vektor Medan Listrik ($\mathbf{E} = -\nabla V$).
Komponen-komponen medan listrik diperoleh dengan mengambil nilai negatif dari gradien potensial dalam representasi koordinat silinder:

  • Komponen Radial ($E_s$):
    $$ E_s = -\frac{\partial V}{\partial s} = -\frac{\partial}{\partial s}\left[-E_0\left(s - R^2 s^{-1}\right)\cos\phi\right] = E_0\left(1 + \frac{R^2}{s^2}\right)\cos\phi $$
  • Komponen Azimut ($E_\phi$):
    $$ E_\phi = -\frac{1}{s}\frac{\partial V}{\partial \phi} = -\frac{1}{s}\left[E_0\left(s - \frac{R^2}{s}\right)\sin\phi\right] = -E_0\left(1 - \frac{R^2}{s^2}\right)\sin\phi $$

Langkah 4 — Penentuan Rapat Muatan Permukaan Terinduksi ($\sigma$).
Berdasarkan kondisi batas elektrostatik di permukaan bahan konduktor, komponen medan listrik yang tangensial terhadap permukaan akan bernilai nol ($E_\phi\big|_{s=R} = 0$), sedangkan komponen radial yang tegak lurus permukaan sebanding dengan kerapatan muatan lokal dibagi permitivitas ruang hampa ($\varepsilon_0$):

$$ \sigma(\phi) = \varepsilon_0 E_s\big|_{s=R^+} = \varepsilon_0 \left[ E_0\left(1 + \frac{R^2}{R^2}\right)\cos\phi \right] = 2\varepsilon_0 E_0\cos\phi $$

Profil fungsi ini menunjukkan muatan positif terinduksi dan berkumpul pada sisi kanan ($\phi = 0$, searah datangnya medan), sedangkan muatan negatif menumpuk pada sisi kiri ($\phi = \pi$). Jika kita integrasikan seluruh muatan linier per satuan panjang silinder:

$$ q_{\text{total}} = \int_0^{2\pi} \sigma(\phi) R \, d\phi = 2\varepsilon_0 E_0 R \int_0^{2\pi} \cos\phi \, d\phi = 0 $$

Hasil integrasi bernilai nol, membuktikan bahwa silinder secara keseluruhan tetap mempertahankan sifat netralitas fisisnya. $\checkmark$

Langkah 5 — Verifikasi Validitas Batas Batas Fisis.

  • Pada jarak ekstrim menjauh ($s \gg R$): Suku rasional $\frac{R^2}{s^2} \to 0$, sehingga komponen medan kembali ke nilai asalnya: $E_s \to E_0\cos\phi$ dan $E_\phi \to -E_0\sin\phi$, yang secara vektor setara dengan medan seragam $\mathbf{E} = E_0\hat{\mathbf{x}}$. $\checkmark$
  • Tepat pada kulit konduktor ($s \to R^+$): Nilai medan radial bernilai $E_s = 2E_0\cos\phi$. Ini membuktikan fenomena fisis lokal di mana kekuatan medan tepat di area kutub silinder mengalami penguatan sebesar dua kali lipat akibat distorsi garis gaya listrik dari muatan terinduksi. $\checkmark$
E₀ V = 0 R + + + − − − 2E₀ σ = 2ε₀E₀
Gambar 3.2 — Silinder konduktor dalam medan seragam (potongan melintang). Garis-garis medan membungkus silinder dan terkonsentrasi pada titik-titik $\phi = 0$ dan $\phi = \pi$, di mana $|\mathbf{E}| = 2E_0$. Muatan positif terinduksi di sisi kanan, negatif di sisi kiri. Di khatulistiwa ($\phi = \pm\pi/2$), medan melemah menjadi nol di permukaan.

3.4.2 Kasus 3D: Dengan Ketergantungan $z$ — Fungsi Bessel

Pemisahan Variabel dan Solusi Komponen $\Phi$ & $Z$

Ketika sebuah sistem silinder memiliki panjang terbatas (seperti kaleng atau tabung dengan tinggi $L$), potensial listrik bergantung pada koordinat vertikal ($\frac{\partial V}{\partial z} \neq 0$). Persamaan Laplace dalam koordinat silinder 3D dituliskan secara utuh sebagai:

$$ \nabla^2 V = \frac{1}{s}\frac{\partial}{\partial s}\left(s \frac{\partial V}{\partial s}\right) + \frac{1}{s^2}\frac{\partial^2 V}{\partial \phi^2} + \frac{\partial^2 V}{\partial z^2} = 0 $$

Langkah 1 — Substitusi Ansatz Pemisahan Variabel 3D
Kita asumsikan solusi produk yang memisahkan ketiga koordinat independen secara eksklusif:

$$ V(s,\phi,z) = S(s)\,\Phi(\phi)\,Z(z) $$

Substitusikan ansatz ini ke dalam PDE utama dan bagi seluruh ruas dengan nilai produk $S(s)\Phi(\phi)Z(z)$:

$$ \frac{1}{s S(s)}\frac{d}{ds}\left(s \frac{dS}{ds}\right) + \frac{1}{s^2 \Phi(\phi)}\frac{d^2 \Phi}{d\phi^2} + \frac{1}{Z(z)}\frac{d^2 Z}{dz^2} = 0 $$

Suku ketiga hanya bergantung pada koordinat vertikal $z$, sedangkan dua suku pertama terikat pada koordinat penampang ($s, \phi$). Agar persamaan ini bernilai nol di setiap titik ruang, suku vertikal diisolasi setara dengan sebuah konstanta pemisahan \(\lambda_z\):

$$ \frac{1}{Z}\frac{d^2 Z}{dz^2} = \lambda_z \implies \frac{d^2 Z}{dz^2} - \lambda_z Z = 0 $$

Untuk menyelesaikan pemisahan suku sisanya, kita substitusikan tetapan $\lambda_z$ ke persamaan penampang, lalu kalikan seluruh ruas dengan faktor kuadratis $s^2$:

$$ \frac{s}{S(s)}\frac{d}{ds}\left(s \frac{dS}{ds}\right) + s^2 \lambda_z + \frac{1}{\Phi(\phi)}\frac{d^2 \Phi}{d\phi^2} = 0 $$

Kini, suku terakhir hanya terikat pada komponen sudut $\phi$. Berdasarkan syarat batas periodisitas tunggal fisikal, komponen angular ini wajib bernilai konstan setara nilai bilangan bulat murni $-m^2$:

$$ \frac{1}{\Phi}\frac{d^2 \Phi}{d\phi^2} = -m^2 \implies \frac{d^2 \Phi}{d\phi^2} + m^2\Phi = 0 $$

Langkah 2 — Penyelesaian Eksplisit Persamaan Angular ($\Phi$)
Persamaan untuk komponen angular membentuk osilator harmonik sederhana. Untuk konstanta pemisahan $m^2 > 0$, solusi umumnya ditulis sebagai:

$$ \Phi_m(\phi) = A_m\cos(m\phi) + B_m\sin(m\phi) $$

Karena ruang silinder melingkar penuh, memutari sistem sejauh $2\pi$ radian membawa kita kembali ke titik fisis yang sama. Agar potensial bernilai tunggal (single-valued), ia wajib memenuhi kondisi batas $\Phi(\phi) = \Phi(\phi+2\pi)$. Batasan fisik ini memaksa konstanta $m$ berupa bilangan bulat non-negatif ($m = 0, 1, 2, \dots$). Nilai pecahan akan merusak kontinuitas ruang nyata.

  • Kasus Spesial $m=0$: Persamaan menjadi $\frac{d^2\Phi}{d\phi^2} = 0$, menghasilkan solusi linier $\Phi_0(\phi) = A_0 + B_0\phi$. Menerapkan syarat periodisitas memaksa $B_0 = 0$, menyisakan nilai konstan $A_0$. Ini mewakili sistem dengan simetri azimut murni.

Langkah 3 — Penyelesaian Eksplisit Persamaan Vertikal ($Z$)
Sifat fisis komponen vertikal dikendalikan oleh tanda orientasi dari tetapan pemisahan $\lambda_z$ pada persamaan $\frac{d^2 Z}{dz^2} - \lambda_z Z = 0$:

  • Kondisi Osilatorik Singgiran Batas ($\lambda_z < 0$): Jika kedua ujung penutup tabung (atas dan bawah) dihubungkan ke tanah ($V=0$), kita wajib memilih konstanta negatif \(\lambda_z = -k^2\) ($k > 0$). Hal ini mengubah persamaan menjadi bentuk harmonik sinusiodal:
    $$ \frac{d^2 Z}{dz^2} + k^2 Z = 0 \implies Z(z) = F\sin(kz) + G\cos(kz) $$
    Terapkan syarat batas bawah $Z(0) = 0 \implies G = 0$ (suku kosinus gugur). Terapkan syarat batas atas $Z(L) = 0 \implies F\sin(kL) = 0$. Untuk menghindari solusi trivial, nilai eigen dikunci secara diskrit: $k_n = \frac{n\pi}{L}$ untuk $n = 1, 2, 3, \dots$, menghasilkan solusi fisis $Z_n(z) = F_n\sin\left(\frac{n\pi z}{L}\right)$.
  • Kondisi Eksponensial/Hiperbolik Dinding Kulit ($\lambda_z > 0$): Jika dinding silinder luar ($s=R$) yang ditanah, namun tutup atas atau bawahnya bermuatan, kita pilih konstanta positif \(\lambda_z = +k^2\):
    $$ \frac{d^2 Z}{dz^2} - k^2 Z = 0 \implies Z(z) = F'\sinh(kz) + G'\cosh(kz) $$
    Jika dasar tabung $z=0$ ditanah, maka syarat $Z(0) = 0$ langsung mengeliminasi suku $\cosh$ karena $\cosh(0)=1$, menyederhanakan rumusan menjadi $Z(z) = F'\sinh(kz)$.

Langkah 4 — Penentuan Suku Radial Terikat
Suku sisa untuk komponen radial hasil isolasi aljabar dari Bagian 1 kini dikumpulkan kembali dengan mensubstitusikan balik tetapan vertikal \(\lambda_z\) dan tetapan angular \(m^2\) ke persamaan utama:

$$ \frac{s}{S}\frac{d}{ds}\left(s \frac{dS}{ds}\right) + s^2 \lambda_z - m^2 = 0 \implies s^2\frac{d^2 S}{ds^2} + s\frac{dS}{ds} + \left(\lambda_z s^2 - m^2\right)S = 0 $$

Ketika kondisi fisik sistem mewajibkan solusi vertikal osilatorik ($\lambda_z = -k^2$), substitusi nilai konstan ini memicu kemunculan tanda positif pada suku spasial radial, melahirkan struktur formal dari Persamaan Diferensial Bessel:

Persamaan Bessel (Orde $m$)
$$ s^2\frac{d^2 S}{ds^2} + s\frac{dS}{ds} + (k^2 s^2 - m^2)S = 0 $$

Dua solusi linear yang independen untuk ODE orde kedua ini adalah Fungsi Bessel Jenis Pertama Orde $m$ ($J_m(ks)$) dan Fungsi Bessel Jenis Kedua Orde $m$ ($Y_m(ks)$). Sifat kekonvergenan fisis mengendalikan penggunaannya: karena fungsi $Y_m(ks)$ mengalami divergensi tak hingga ($\to -\infty$) tepat pada pusat sumbu radial ($s=0$), maka untuk seluruh wilayah interior silinder pejal yang mencakup poros tengah, amplitudo untuk $Y_m$ wajib diatur bernilai nol. Secara fisis, hanya fungsi $J_m(ks)$ yang diakui sebagai solusi valid.

Langkah 5 — Sifat Matematis Kunci Fungsi Basis $J_m(x)$
Fungsi basis $J_m(x)$ memiliki karakteristik unik yang digunakan dalam menyusun ekspansi deret solusi total:

  • Kondisi Titik Pusat Poros ($x=0$): Nilai $J_0(0) = 1$, sedangkan untuk seluruh orde tinggi tingkat atas bernilai $J_m(0) = 0$ ($m \geq 1$).
  • Akar-Akar Nol Riil Positif: Setiap fungsi $J_m(x)$ memotong sumbu aksis secara berkala dan memiliki tak hingga banyak akar nol riil positif yang teratur: $j_{m,1} < j_{m,2} < j_{m,3} < \cdots$. Nilai-nilai batas diskrit ini digunakan untuk mengunci nilai eigen kuat medan $k = j_{m,n}/R$ agar potensial runtuh bernilai nol tepat pada kulit luar silinder $s=R$.
  • Hubungan Ortogonalitas Pembobot Jarak:
    $$ \int_0^R J_m\left(\frac{j_{m,n}\,s}{R}\right)J_m\left(\frac{j_{m,k}\,s}{R}\right)s\,ds = \frac{R^2}{2}\bigl[J_{m+1}(j_{m,n})\bigr]^2\,\delta_{nk} $$
    Faktor pembobot spasial $s$ di dalam integral muncul secara geometri dari elemen luas koordinat silinder ($da = s\,ds\,d\phi$). Sifat integral ini esensial untuk mengekstrak nilai koefisien amplitudo deret via integrasi Fourier-Bessel.
  • Relasi Rekurensi Turunan (Interkoneksi Orde): Hubungan aljabar antar tingkat orde yang berdekatan dirumuskan sebagai:
    $$ J_{m-1}(x) + J_{m+1}(x) = \frac{2m}{x}\,J_m(x) $$
  • Perilaku Jarak Asimtotik Jauh ($x \gg m^2$): Pada jarak radial yang sangat jauh, fungsi Bessel mengalami peluruhan amplitudo dan berperilaku menyerupai osilasi kosinus teredam gelombang:
    $$ J_m(x) \approx \sqrt{\frac{2}{\pi x}}\cos\left(x - \frac{(2m+1)\pi}{4}\right) $$
1.0 0 −0.4 x 2.40 5.52 8.65 11.79 3.83 7.02 10.17 J0(x) J1(x) titik: nol fungsi (roots)
Gambar 3.3 — Fungsi Bessel $J_0(x)$ (garis solid) dan $J_1(x)$ (garis putus-putus). Titik-titik pada sumbu menandai posisi akar nol riil positif: $j_{0,k}$ (biru) dan $j_{1,k}$ (amber). Perhatikan sifat awal $J_1(0) = 0$ dan penyusutan amplitudo osilasi sebanding terhadap fungsi peluruhan $\sim 1/\sqrt{x}$.

Solusi umum masalah 3D silinder (simetri azimut penuh, $m=0$) di dalam silinder berjari $R$:

$$ V(s,z) = \sum_{n=1}^{\infty} A_n\,J_0\!\left(\frac{j_{0,n}\,s}{R}\right)\sinh\!\left(\frac{j_{0,n}\,z}{R}\right) + \text{mode konstan} \notag $$

di mana $j_{0,n}$ adalah nol ke-$n$ dari $J_0$, dan bentuk $z$ disesuaikan dengan syarat batas atas/bawah (sinh untuk $V=0$ di $z=0$, kombinasi sinh/cosh untuk batas lain).

Contoh 3.4 — Kaleng Silinder dengan Tutup Bermuatan

Sebuah kaleng silinder pejal memiliki jari-jari penampang $R$ dan tinggi vertikal berhingga $L$. Seluruh permukaan pembatas dinding samping ($s = R$) dan lempeng alas bawah ($z = 0$) dihubungkan ke tanah (grounded) sehingga memiliki potensial nol ($V = 0$). Sementara itu, lempeng tutup bagian atas ($z = L$) diisolasi dan dijaga pada nilai potensial konstan seragam $V = V_0$. Tentukan fungsi potensial elektrostatik umum $V(s,z)$ di dalam seluruh ruang interior silinder tersebut.

Langkah 1 — Pilihan Konstanta Pemisahan dan Konstruksi Basis Solusi.
Karena lempeng tutup atas memiliki nilai potensial konstan yang didistribusikan secara merata tanpa variasi sudut, sistem ini memiliki simetri azimut penuh ($\frac{\partial V}{\partial \phi} = 0$). Parameter angular ini secara otomatis mengunci nilai eigen bilangan bulat menjadi nol ($m = 0$), sehingga meniadakan ketergantungan sudut ($\Phi(\phi) = \text{konstan}$) dan mereduksi solusi umum dari mode $J_m(ks)$ menjadi fungsi Bessel orde nol murni, $J_0(ks)$.

Selanjutnya, kita harus memilih tanda orientasi konstanta pemisahan vertikal ($\lambda_z$) pada persamaan komponen tinggi $\frac{d^2 Z}{dz^2} - \lambda_z Z = 0$. Kita evaluasi berdasarkan letak posisi batas homogen ($V=0$):

  • Kondisi batas alas bawah mewajibkan nilai nol pada posisi koordinat tetap: $V(s,0) = 0 \implies Z(0) = 0$.
  • Kondisi batas dinding samping melingkar mewajibkan nilai nol pada radius luar tetap: $V(R,z) = 0 \implies S(R) = 0$.

Untuk mengakomodasi syarat batas radius luar $S(R)=0$, fungsi radial wajib berperilaku osilatorik memotong sumbu agar bisa bernilai nol pada jarak tertentu. Hal ini memaksa kita untuk memilih nilai konstanta pemisahan positif $\lambda_z = +k^2$ ($k > 0$). Pilihan ini mengubah persamaan diferensial vertikal menjadi bentuk eksponensial hiperbolik, serta mempertahankan bentuk standar Persamaan Bessel pada komponen radial:

$$ \frac{d^2 Z}{dz^2} - k^2 Z = 0 \implies Z(z) = F\sinh(kz) + G\cosh(kz) $$

Terapkan kondisi batas alas bawah: $Z(0) = F\sinh(0) + G\cosh(0) = G = 0$. Suku kosinus hiperbolik gugur, menyisakan fungsi $Z(z) = F\sinh(kz)$.

Langkah 2 — Penerapan Syarat Batas Dinding dan Kuantisasi Nilai Eigen.
Komponen solusi radial interior yang konvergen di pusat poros ($s=0$) dituliskan sebagai $S(s) = C J_0(ks)$. Kita gabungkan konstanta amplitudo ke dalam satu parameter koefisien $A$, sehingga prinsip superposisi menghasilkan rumusan potensial total berbentuk deret tak hingga:

$$ V(s,z) = \sum_{n=1}^{\infty} A_n J_0(k_n s) \sinh(k_n z) $$

Terapkan kondisi batas homogen pada dinding selimut silinder luar ($s = R$):

$$ V(R,z) = \sum_{n=1}^{\infty} A_n J_0(k_n R) \sinh(k_n z) = 0 $$

Agar deret di atas bernilai nol untuk seluruh ketinggian $z$, fungsi Bessel harus dipaksa memotong sumbu tepat pada pembatas radius luar, $J_0(k_n R) = 0$. Kondisi ini mengunci nilai argumen secara diskrit berdasarkan akar-akar nol riil positif dari fungsi Bessel orde nol ($j_{0,1}, j_{0,2}, \dots$). Kita peroleh kuantisasi nilai eigen parameter gelombang:

$$ k_n R = j_{0,n} \implies k_n = \frac{j_{0,n}}{R} \qquad \text{untuk } n = 1, 2, 3, \dots $$

Substitusikan nilai eigen $k_n$ kembali ke dalam persamaan deret utama:

$$ V(s,z) = \sum_{n=1}^{\infty} A_n J_0\left(\frac{j_{0,n}s}{R}\right) \sinh\left(\frac{j_{0,n}z}{R}\right) $$

Langkah 3 — Penentuan Koefisien Deret Menggunakan Ortogonalitas Fourier-Bessel.
Langkah terakhir adalah mengevaluasi kondisi batas non-homogen pada lempeng tutup bagian atas ($z = L$), di mana nilai potensial konstan seragam sebesar $V = V_0$:

$$ V_0 = \sum_{n=1}^{\infty} \left[ A_n \sinh\left(\frac{j_{0,n}L}{R}\right) \right] J_0\left(\frac{j_{0,n}s}{R}\right) $$

Untuk mengekstrak amplitudo koefisien $A_n$, kita manfaatkan sifat hubungan ortogonalitas fungsi Bessel dengan mengalikan kedua ruas menggunakan fungsi uji pembobot jarak $s J_0\left(\frac{j_{0,m}s}{R}\right)$ dan melakukan integrasi sepanjang domain radius dari $0$ hingga $R$:

$$ \int_0^R V_0 J_0\left(\frac{j_{0,m}s}{R}\right) s\,ds = \sum_{n=1}^{\infty} A_n \sinh\left(\frac{j_{0,n}L}{R}\right) \int_0^R J_0\left(\frac{j_{0,n}s}{R}\right) J_0\left(\frac{j_{0,m}s}{R}\right) s\,ds $$

Berdasarkan teorema ortogonalitas pembobot, seluruh suku integral di sisi kanan akan runtuh bernilai nol untuk semua indeks $n \neq m$, dan hanya menyisakan satu kontribusi nilai integral saat kondisi indeks identik ($n = m$):

$$ \int_0^R V_0 J_0\left(\frac{j_{0,n}s}{R}\right) s\,ds = A_n \sinh\left(\frac{j_{0,n}L}{R}\right) \cdot \frac{R^2}{2} \left[ J_1(j_{0,n}) \right]^2 $$

Sisi kiri diintegrasikan menggunakan identitas kalkulus turunan basis Bessel $\frac{d}{dx}[x J_1(x)] = x J_0(x)$, yang menghasilkan bentuk integral integral tentu $\int_0^R s J_0(j_{0,n}s/R)\,ds = \frac{R^2}{j_{0,n}} J_1(j_{0,n})$. Substitusikan hasil ini untuk menyelesaikan nilai koefisien $A_n$:

$$ V_0 \cdot \frac{R^2}{j_{0,n}} J_1(j_{0,n}) = A_n \sinh\left(\frac{j_{0,n}L}{R}\right) \cdot \frac{R^2}{2} \left[ J_1(j_{0,n}) \right]^2 $$
$$ \boxed{A_n = \frac{2V_0}{j_{0,n} J_1(j_{0,n}) \sinh(j_{0,n}L/R)}} $$

Fungsi koefisien $A_n$ ini melengkapi struktur deret solusi tak hingga secara utuh dan menjamin keunikan nilai potensial di dalam ruang silinder berdasarkan Teorema Unikitas.

Langkah 4 — Verifikasi Konsistensi Batas Fisis Alamiah.

  • Sumbu Poros Pusat ($s = 0$): Karena nilai batas awal fungsi basis $J_0(0) = 1$, nilai potensial di sepanjang sumbu simetri bernilai konvergen, terbatas, dan tidak mengalami divergensi tak hingga. Hal ini sesuai dengan realitas fisik ruang interior silinder pejal. $\checkmark$
  • Dinding Selimut Samping ($s = R$): Karena nilai eigen dikunci tepat pada akar-akar nol fungsi ($J_0(j_{0,n}) = 0$), potensial di seluruh permukaan kulit samping jatuh tepat bernilai nol secara konsisten. $\checkmark$
  • Lempeng Alas Bawah ($z = 0$): Suku fungsi tinggi memiliki komponen faktor $\sinh(0) = 0$, sehingga menghasilkan total nilai potensial menyeluruh $V(s,0) = 0$ pada area dasar kaleng secara merata. $\checkmark$
s z 0 V = V₀ Alas: V = 0 (z = 0) Dinding: V = 0 (s = R) R L
Gambar 3.4 — Kerangka struktural kaleng silinder 3D menunjukkan geometri penampang batas Dirichlet homogen ($V=0$) pada posisi alas ($z=0$) serta bagian selimut ($s=R$).

3.5 Pemisahan Variabel: Koordinat Bola

Pemisahan Variabel 3D Bola dan Isolasinya

Untuk masalah elektrostatik dengan simetri bola (seperti muatan titik, kulit bola bermuatan, atau distribusi dielektrik radial), sistem koordinat bola $(r, \theta, \phi)$ adalah pilihan geometri yang paling alamiah. Persamaan Laplace $\nabla^2 V = 0$ dalam koordinat bola dituliskan secara utuh sebagai:

$$ \frac{1}{r^2}\frac{\partial}{\partial r}\left(r^2 \frac{\partial V}{\partial r}\right) + \frac{1}{r^2\sin\theta}\frac{\partial}{\partial \theta}\left(\sin\theta \frac{\partial V}{\partial \theta}\right) + \frac{1}{r^2\sin^2\theta}\frac{\partial^2 V}{\partial \phi^2} = 0 $$

Langkah 1 — Substitusi Ansatz Pemisahan Variabel 3D
Kita asumsikan solusi produk yang mengisolasi kontribusi radial $r$, polar/kolatitudal $\theta$, dan azimut $\phi$ secara eksklusif:

$$ V(r,\theta,\phi) = R(r)\,\Theta(\theta)\,\Phi(\phi) $$

Substitusikan ansatz ini ke dalam persamaan Laplace utama, kemudian kalikan seluruh ruas dengan faktor pembobot $\frac{r^2}{R(r)\Theta(\theta)\Phi(\phi)}$:

$$ \frac{1}{R}\frac{d}{dr}\left(r^2\frac{dR}{dr}\right) + \frac{1}{\Theta\sin\theta}\frac{d}{d\theta}\left(\sin\theta\frac{d\Theta}{d\theta}\right) + \frac{1}{\Phi\sin^2\theta}\frac{d^2\Phi}{d\phi^2} = 0 $$

Langkah 2 — Isolasi Komponen Azimut ($\Phi$)
Agar variabel sudut azimut $\phi$ terpisah sepenuhnya dari variabel polar dan radial, kita kalikan seluruh ruas dengan $\sin^2\theta$ dan pindahkan suku azimut ke sisi kanan:

$$ \sin^2\theta \left[ \frac{1}{R}\frac{d}{dr}\left(r^2\frac{dR}{dr}\right) + \frac{1}{\Theta\sin\theta}\frac{d}{d\theta}\left(\sin\theta\frac{d\Theta}{d\theta}\right) \right] = -\frac{1}{\Phi}\frac{d^2\Phi}{d\phi^2} $$

Karena sisi kiri hanya bergantung pada $(r, \theta)$ dan sisi kanan hanya bergantung pada $\phi$, kedua sisi ini harus bernilai konstan setara dengan sebuah tetapan pemisahan konstan $m^2$. Hal ini menghasilkan persamaan diferensial azimut biasa (ODE):

$$ \frac{d^2\Phi}{d\phi^2} + m^2\Phi = 0 \implies \Phi_m(\phi) = A_m\cos(m\phi) + B_m\sin(m\phi) $$

Berdasarkan sifat kontinuitas fisik ruang geometris, memutari poros simetri sejauh $2\pi$ radian wajib mengembalikan nilai potensial yang identik ($\Phi(\phi) = \Phi(\phi+2\pi)$). Syarat keteraturan azimut ini memaksa tetapan $m$ berupa bilangan bulat non-negatif ($m = 0, 1, 2, \dots$).

Untuk sistem fisis yang memiliki simetri azimut penuh (tidak ada ketergantungan pada sudut $\phi$, atau $\frac{\partial V}{\partial \phi} = 0$), kita tetapkan nilai eigen $m = 0$, yang mereduksi fungsi angular menjadi konstanta searah ($\Phi = \text{konstan}$).

Langkah 3 — Pemisahan Komponen Radial ($R$) dan Polar ($\Theta$)
Substitusikan kembali nilai eigen $-m^2$ dari Bagian 1 ke persamaan penampang, lalu bagi seluruh ruas dengan $\sin^2\theta$ untuk memisahkan komponen radial dan polar:

$$ \frac{1}{R}\frac{d}{dr}\left(r^2\frac{dR}{dr}\right) = -\frac{1}{\Theta\sin\theta}\frac{d}{d\theta}\left(\sin\theta\frac{d\Theta}{d\theta}\right) + \frac{m^2}{\sin^2\theta} = l(l+1) $$

Kita menetapkan tetapan pemisahan baru berbentuk $l(l+1)$. Pada kasus simetri azimut penuh ($m=0$), komponen angular polar $\Theta(\theta)$ membentuk persamaan diferensial biasa yang dapat ditransformasikan dengan mengubah variabel ruang menjadi $x = \cos\theta$ (di mana $dx = -\sin\theta\,d\theta$ dan $\frac{d}{d\theta} = -\sin\theta\frac{d}{dx}$):

Persamaan Legendre (Orde $l$)
$$ (1-x^2)\frac{d^2 \Theta}{dx^2} - 2x\frac{d\Theta}{dx} + l(l+1)\Theta = 0 \qquad \text{di mana } x = \cos\theta $$

Secara matematis, persamaan diferensial ini memiliki solusi deret Frobenius. Namun, solusi tersebut akan mengalami divergensi tak hingga pada kutub ($x = \pm 1$ atau $\theta = 0, \pi$) kecuali jika parameter $l$ dibatasi sebagai bilangan bulat non-negatif ($l = 0, 1, 2, \dots$). Di bawah batasan fisik ini, solusi yang konvergen dan terbatas (regular) disebut sebagai Polinomial Legendre $P_l(x)$.

Sifat-Sifat Matematis Kunci Polinomial Legendre $P_l(x)$:

  • Formula Pembangkit Rodrigues: Bentuk eksplisit setiap orde dapat diekstrak secara langsung melalui operasi turunan berulang:
    $$ P_l(x) = \frac{1}{2^l l!} \frac{d^l}{dx^l} \left[ (x^2 - 1)^l \right] $$
  • Hubungan Ortogonalitas Sempurna: Integrasi perkalian dua orde berbeda sepanjang domain spasial bernilai nol, dan hanya menyisakan nilai pembobot jika ordenya identik ($k=l$):
    $$ \int_{-1}^{1} P_k(x) P_l(x) \, dx = \frac{2}{2l+1} \delta_{kl} \qquad \text{atau} \qquad \int_{0}^{\pi} P_k(\cos\theta) P_l(\cos\theta) \sin\theta \, d\theta = \frac{2}{2l+1} \delta_{kl} $$
  • Relasi Rekurensi Aljabar (Iterasi Antar Orde):
    $$ (l+1)P_{l+1}(x) = (2l+1)xP_l(x) - lP_{l-1}(x) $$

Enam orde polinomial pertama hasil ekspansi Rodrigues:

$$ \begin{aligned} P_0(x) &= 1, & P_1(x) &= x, & P_2(x) &= \tfrac{1}{2}(3x^2-1), \\[4pt] P_3(x) &= \tfrac{1}{2}(5x^3-3x), & P_4(x) &= \tfrac{1}{8}(35x^4-30x^2+3), & P_5(x) &= \tfrac{1}{8}(63x^5-70x^3+15x) \end{aligned} $$
💡 Hubungan Fisis dengan Ekspansi Multipol

Secara fisis dalam elektrostatika, fungsi angular $P_l(\cos\theta)$ bertindak sebagai filter pola sudut untuk medan multipol orde ke-$l$. Orde $P_0$ merepresentasikan kontribusi **monopol** (medan isotropik bola murni menyerupai muatan titik), $P_1$ merepresentasikan konfigurasi **dipol** (memiliki dua lobus simetris berlawanan), dan $P_2$ merepresentasikan medan **kuadrupol** (empat lobus spasial). Berdasarkan teori Sturm-Liouville, setiap fungsi $P_l(x)$ dijamin memiliki tepat sebanyak $l$ buah titik potong akar nol (nodes) di sepanjang domain interiornya, yang menggambarkan peningkatan kompleksitas struktur medan seiring bertambahnya orde.

J1 dipol J2 kuadrupol J3 oktupol Plot polar r = P_l(cos θ) — daerah terisi menggambarkan magnitudo nilai mutlak |P_l|
Gambar 3.4 — Plot polar polinomial Legendre $P_1$, $P_2$, $P_3$. Jarak dari pusat sebanding terhadap $|P_l|$ dan sudut sebanding terhadap orientasi $\theta$. Polinomial orde $l$ memiliki tepat sebanyak $l$ buah titik transisi nol (nodes) melintasi poros, menentukan distribusi spasial angular dari perluasan medan multipol elektrostatik.

Solusi umum untuk masalah simetri azimut ($m=0$): persamaan radial $r^2 R'' + 2rR' - l(l+1)R = 0$ memiliki solusi $R_l = A_l\,r^l + B_l\,r^{-(l+1)}$. Sehingga:

$$ \boxed{V(r,\theta) = \sum_{l=0}^{\infty}\left(A_l\,r^l + B_l\,r^{-(l+1)}\right)P_l(\cos\theta)} $$

Koefisien $A_l$ dan $B_l$ ditentukan dari syarat batas. Untuk wilayah yang memuat titik asal ($r \to 0$), suku $r^{-(l+1)}$ dibuang ($B_l = 0$). Untuk wilayah luar ($r \to \infty$), suku $r^l$ dibuang ($A_l = 0$).

3.5.2 Harmonik Sferikal

Pemisahan Variabel 3D Bola dan Isolasinya

Untuk masalah elektrostatik dengan simetri bola (seperti muatan titik, kulit bola bermuatan, atau distribusi dielektrik radial), sistem koordinat bola $(r, \theta, \phi)$ adalah pilihan geometri yang paling alamiah. Persamaan Laplace $\nabla^2 V = 0$ dalam koordinat bola dituliskan secara utuh sebagai:

$$ \frac{1}{r^2}\frac{\partial}{\partial r}\left(r^2 \frac{\partial V}{\partial r}\right) + \frac{1}{r^2\sin\theta}\frac{\partial}{\partial \theta}\left(\sin\theta \frac{\partial V}{\partial \theta}\right) + \frac{1}{r^2\sin^2\theta}\frac{\partial^2 V}{\partial \phi^2} = 0 $$

Langkah 1 — Substitusi Ansatz Pemisahan Variabel 3D
Kita asumsikan solusi produk yang mengisolasi kontribusi radial $r$, polar/kolatitudal $\theta$, dan azimut $\phi$ secara eksklusif:

$$ V(r,\theta,\phi) = R(r)\,\Theta(\theta)\,\Phi(\phi) $$

Substitusikan ansatz ini ke dalam persamaan Laplace utama, kemudian kalikan seluruh ruas dengan faktor pembobot $\frac{r^2}{R(r)\Theta(\theta)\Phi(\phi)}$:

$$ \frac{1}{R}\frac{d}{dr}\left(r^2\frac{dR}{dr}\right) + \frac{1}{\Theta\sin\theta}\frac{d}{d\theta}\left(\sin\theta\frac{d\Theta}{d\theta}\right) + \frac{1}{\Phi\sin^2\theta}\frac{d^2\Phi}{d\phi^2} = 0 $$

Langkah 2 — Isolasi Komponen Azimut ($\Phi$)
Agar variabel sudut azimut $\phi$ terpisah sepenuhnya dari variabel polar dan radial, kita kalikan seluruh ruas dengan $\sin^2\theta$ dan pindahkan suku azimut ke sisi kanan:

$$ \sin^2\theta \left[ \frac{1}{R}\frac{d}{dr}\left(r^2\frac{dR}{dr}\right) + \frac{1}{\Theta\sin\theta}\frac{d}{d\theta}\left(\sin\theta\frac{d\Theta}{d\theta}\right) \right] = -\frac{1}{\Phi}\frac{d^2\Phi}{d\phi^2} $$

Karena sisi kiri hanya bergantung pada $(r, \theta)$ dan sisi kanan hanya bergantung pada $\phi$, kedua sisi ini harus bernilai konstan setara dengan sebuah tetapan pemisahan konstan $m^2$. Hal ini menghasilkan persamaan diferensial azimut biasa (ODE):

$$ \frac{d^2\Phi}{d\phi^2} + m^2\Phi = 0 \implies \Phi_m(\phi) = A_m\cos(m\phi) + B_m\sin(m\phi) $$

Berdasarkan sifat kontinuitas fisik ruang geometris, memutari poros simetri sejauh $2\pi$ radian wajib mengembalikan nilai potensial yang identik ($\Phi(\phi) = \Phi(\phi+2\pi)$). Syarat **keteraturan azimut** ini memaksa tetapan $m$ berupa bilangan bulat non-negatif ($m = 0, 1, 2, \dots$).

Untuk sistem fisis yang memiliki **simetri azimut penuh** (tidak ada ketergantungan pada sudut $\phi$, atau $\frac{\partial V}{\partial \phi} = 0$), kita tetapkan nilai eigen $m = 0$, yang mereduksi fungsi angular menjadi konstanta searah ($\Phi = \text{konstan}$).

Fungsi Basis Harmonik Sferikal ($Y_l^m$) dan Solusi Umum

Ketika sistem tidak memiliki simetri aksial ($m \neq 0$), komponen polar $\Theta(\theta)$ wajib dikembangkan memenuhi Persamaan Diferensial Legendre Terasosiasi (Associated Legendre ODE):

$$ (1-x^2)\frac{d^2 \Theta}{dx^2} - 2x\frac{d\Theta}{dx} + \left[ l(l+1) - \frac{m^2}{1-x^2} \right]\Theta = 0 \qquad \text{di mana } x = \cos\theta $$

Agar solusi tetap konvergen dan terbatas (regular) di kedua kutub ($x = \pm 1$), parameter tingkat $l$ dan orde $m$ harus terkuantisasi sebagai bilangan bulat yang memenuhi $|m| \leq l$. Solusi fisisnya didefinisikan sebagai Polinomial Legendre Terasosiasi $P_l^m(x)$. Dengan menggabungkan komponen polar $\Theta(\theta)$ dan komponen azimut $\Phi(\phi) = e^{im\phi}$, kita melahirkan fungsi basis permukaan bola murni yang disebut Harmonik Sferikal (Spherical Harmonics) $Y_l^m(\theta,\phi)$:

Fungsi Ortogonal Harmonik Sferikal ($Y_l^m$)
$$ Y_l^m(\theta,\phi) = \sqrt{\frac{2l+1}{4\pi}\,\frac{(l-|m|)!}{(l+|m|)!}}\;P_l^{|m|}(\cos\theta)\;e^{im\phi} $$

Fungsi-fungsi ini ditentukan untuk indeks derajat $l = 0, 1, 2, \dots$ dan indeks proyeksi $m = -l, \dots, +l$. Faktor akar kuadrat bertindak sebagai tetapan normalisasi agar fungsi-fungsi ini membentuk basis ortonormal yang lengkap pada permukaan bola satuan terhadap elemen sudut ruang $d\Omega = \sin\theta\,d\theta\,d\phi$:

$$ \int_{0}^{2\pi} \int_{0}^{\pi} Y_l^m(\theta,\phi) \left[Y_{l'}^{m'}(\theta,\phi)\right]^* \sin\theta\,d\theta\,d\phi = \delta_{ll'}\,\delta_{mm'} $$

Langkah 3 — Penyelesaian Komponen Spasial Radial ($R$)
Setelah mengunci konstanta pemisahan angular total sebesar $l(l+1)$, persamaan diferensial biasa untuk komponen radial $R(r)$ dituliskan sebagai persamaan Cauchy-Euler:

$$ r^2\frac{d^2R}{dr^2} + 2r\frac{dR}{dr} - l(l+1)R = 0 \implies R_l(r) = A_l r^l + \frac{B_l}{r^{l+1}} $$

Langkah 4 — Konstruksi Solusi Umum Penuh Persamaan Laplace 3D Bola
Dengan menggabungkan kembali seluruh komponen independen melalui prinsip superposisi linier, fungsi ekspansi potensial elektrostatik total di dalam ruang tiga dimensi bola ditulis sebagai deret ganda:

$$ \boxed{V(r,\theta,\phi) = \sum_{l=0}^{\infty}\sum_{m=-l}^{l}\left(A_l^m\,r^l + B_l^m\,r^{-(l+1)}\right)Y_l^m(\theta,\phi)} $$

Di mana koefisien amplitudo $A_l^m$ (dominan di interior $r < R$ dan konvergen di pusat) dan $B_l^m$ (dominan di eksterior $r > R$ dan meluruh di jarak tak hingga) ditentukan secara unik oleh kondisi batas fisis eksternal yang melingkupi sistem ruang.

⚠️ Reduksi Fisis pada Kasus Simetri Aksial ($m=0$)

Meskipun ekspansi di atas bersifat mutlak untuk ruang 3D, pada sebagian besar masalah elektrostatika elementer, distribusi muatan diatur memiliki **simetri azimut penuh** ($m=0$). Ketika sistem tidak bergantung pada sudut $\phi$, fungsi eksponensial $e^{i(0)\phi} = 1$ dan Harmonik Sferikal meluruh kembali secara elegan menjadi bentuk riil murni menggunakan Polinomial Legendre biasa $P_l(\cos\theta)$, memangkas deret ganda kompleks menjadi deret tunggal nyata.

Contoh Kasus — Verifikasi Unikitas: Bola Konduktor dalam Medan Seragam

Sebuah bola konduktor pejal berjejari $R$ ditempatkan di dalam medan listrik luar seragam yang mengalir searah sumbu-$z$, $\mathbf{E}_0 = E_0\,\hat{\mathbf{z}}$. Bola dihubungkan ke tanah (grounded) sehingga memiliki potensial acuan konstan tetap $V=0$. Tentukan fungsi potensial listrik umum $V(r,\theta)$, vektor medan listrik $\mathbf{E}(r,\theta)$, dan rapat muatan permukaan terinduksi $\sigma(\theta)$ di seluruh wilayah luar bola ($r > R$).

Langkah 1 — Identifikasi Simetri dan Struktur Eksklusi Mode Eigen.
Karena bola diletakkan di dalam medan luar seragam yang simetris mengitari sumbu rotasi vertikal, sistem ini memiliki simetri azimut penuh ($\frac{\partial V}{\partial \phi} = 0$). Parameter angular azimut ini mengunci nilai proyeksi magnetik menjadi nol ($m=0$), sehingga meniadakan suku eksponensial kompleks dan mereduksi fungsi angular permukaan menjadi bentuk Polinomial Legendre biasa, $P_l(\cos\theta)$.

Medan listrik seragam luar memberikan kontribusi potensial asimtotik latar belakang yang tumbuh linear terhadap jarak radial seiring pergerakan menjauhi objek ($r \to \infty$):

$$ V_{\text{luar}} = -E_0 z = -E_0\,r\cos\theta = -E_0\,r\,P_1(\cos\theta) $$

Bentuk asimtotik ini mengindikasikan secara eksklusif bahwa pemicu eksternal hanya mengaktifkan mode tingkat $l = 1$. Berdasarkan prinsip superposisi, solusi umum luar untuk ruang hampa di luar bola ($r > R$) disusun tanpa melibatkan orde $l$ lainnya:

$$ V(r,\theta) = \left(-E_0\,r + \frac{B_1}{r^2}\right)\cos\theta $$

Suku linear $-E_0\,r\cos\theta$ merepresentasikan pengaruh langsung dari medan seragam luar, sedangkan suku invers kuadratis $\frac{B_1}{r^2}\cos\theta$ merepresentasikan kontribusi medan dwi-kutub (dipole) terinduksi akibat polarisasi muatan di dalam konduktor bola yang meluruh menuju nol di jarak tak hingga.

Langkah 2 — Evaluasi Syarat Batas Permukaan Kulit Bola ($r = R$).
Karena bola konduktor ditanah, nilai potensial tepat pada seluruh koordinat permukaan kulit luar wajib berimpit bernilai nol untuk setiap sudut polar $\theta$:

$$ V(R,\theta) = \left(-E_0 R + \frac{B_1}{R^2}\right)\cos\theta = 0 $$

Agar kondisi ini terpenuhi secara merata tanpa bergantung pada orientasi sudut, suku di dalam tanda kurung harus bernilai nol secara mandiri, yang mengunci amplitudo dwi-kutub terinduksi:

$$ -E_0 R + \frac{B_1}{R^2} = 0 \implies B_1 = E_0 R^3 $$

Substitusikan konstanta $B_1$ kembali ke dalam persamaan utama untuk menghasilkan rumusan potensial analitis final:

$$ \boxed{V(r,\theta) = -E_0\left(r - \frac{R^3}{r^2}\right)\cos\theta} \qquad (\text{untuk } r \geq R) $$

Langkah 3 — Penurunan Komponen Vektor Medan Listrik ($\mathbf{E} = -\nabla V$).
Komponen-komponen medan listrik diturunkan melalui operasi negatif gradien dari fungsi potensial elektrostatik dalam koordinat bola:

  • Komponen Radial ($E_r$): Mengukur aliran garis gaya keluar-masuk menembus kulit bola.
    $$ E_r = -\frac{\partial V}{\partial r} = -\frac{\partial}{\partial r}\left[-E_0\left(r - R^3 r^{-2}\right)\cos\theta\right] = E_0\left(1 + \frac{2R^3}{r^3}\right)\cos\theta $$
  • Komponen Polar ($E_\theta$): Mengukur defleksi aliran garis gaya menyusuri kelengkungan sudut.
    $$ E_\theta = -\frac{1}{r}\frac{\partial V}{\partial \theta} = -\frac{1}{r}\left[E_0\left(r - \frac{R^3}{r^2}\right)\sin\theta\right] = -E_0\left(1 - \frac{R^3}{r^3}\right)\sin\theta $$

Langkah 4 — Penentuan Rapat Muatan Permukaan Terinduksi ($\sigma$).
Berdasarkan kondisi batas elektrostatik Gauss pada permukaan material konduktor ideal, komponen medan tangensial bernilai nol ($E_\theta\big|_{r=R} = 0$), sedangkan komponen radial tegak lurus sebanding dengan kerapatan muatan permukaan lokal:

$$ \sigma(\theta) = \varepsilon_0 E_r\big|_{r=R^+} = \varepsilon_0 \left[ E_0\left(1 + \frac{2R^3}{R^3}\right)\cos\theta \right] = 3\varepsilon_0 E_0\cos\theta $$

Faktor penguatan medan pada kutub bola bernilai tepat 3 kali lipat dari kekuatan medan luar. Kontras ini menjadi perbedaan fisis mendasar dari kasus silinder 2D (yang hanya mengalami penguatan 2 kali lipat), menunjukkan pengaruh langsung kelengkungan dimensi ruang terhadap konsentrasi garis gaya listrik.

Untuk mengonfirmasi hukum kekekalan muatan, kita integrasikan profil muatan terinduksi ini sepanjang seluruh elemen luas kulit bola ($da = R^2\sin\theta\,d\theta\,d\phi$):

$$ q_{\text{total}} = \int_0^{2\pi} \int_0^\pi \sigma(\theta) R^2 \sin\theta \, d\theta \, d\phi = 6\pi\varepsilon_0 E_0 R^2 \int_0^\pi \cos\theta\sin\theta \, d\theta = 0 $$

Hasil integrasi yang bernilai nol membuktikan bahwa bola secara global mempertahankan netralitas muatannya; akumulasi muatan positif di kutub utara ($\theta=0$) dikompensasi secara eksak oleh muatan negatif di kutub selatan ($\theta=\pi$). $\checkmark$

Langkah 5 — Verifikasi Validitas Batas-Batas Fisis Asimtotik.

  • Pada jarak ekstrim menjauh ($r \to \infty$): Suku dwi-kutub meluruh $\frac{R^3}{r^3} \to 0$, sehingga medan radial dan polar kembali ke nilai asalnya ($E_r \to E_0\cos\theta$, $E_\theta \to -E_0\sin\theta$), yang secara vektor setara dengan medan seragam tanpa gangguan $\mathbf{E} = E_0\hat{\mathbf{z}}$. $\checkmark$
  • Tepat pada wilayah khatulistiwa ($\theta = \pi/2$): Nilai fungsi $\cos(\pi/2)=0$, yang memaksa komponen medan radial jatuh bernilai nol ($E_r = 0$). Fenomena lokal ini menandai **titik stagnasi** di mana komponen medan luar seragam dan komponen dwi-kutub terinduksi saling meniadakan secara sempurna pada permukaan batas. $\checkmark$
💡 Perbandingan Geometri Fundamental: Silinder vs Bola

Masalah silinder dua dimensi menghasilkan penguatan permukaan sebesar $2\times$ dengan solusi radial berorde pangkat $s^{\pm m}$. Sebaliknya, masalah bola tiga dimensi menghasilkan penguatan permukaan yang lebih tinggi sebesar $3\times$ dengan peluruhan radial yang lebih curam berbasis hukum kuadrat terbalik $r^{-(l+1)}$. Perbedaan mendasar ini mencerminkan topologi ruang; dalam ruang tiga dimensi, garis gaya listrik memiliki kebebasan derajat spasial ekstra untuk menyebar mengitari rintangan, menyebabkan distorsi medan lokal yang lebih masif dan rapat di dekat kutub objek konduktor.

E₀ V = 0 E_in = 0 R + + + − − − 3E₀ z (Sumbu Simetri) E = 0 E = 0
Gambar 3.6 — Efek internal elektrostatik bola konduktor bertanah. Akumulasi muatan terinduksi ($\sigma$) di permukaan menciptakan medan dwi-kutub eksternal yang meredam gaya luar, sekaligus memicu **pelindung sangkar Faraday** di mana medan listrik internal lumpuh total menjadi nol ($\mathbf{E}_{\text{in}} = \mathbf{0}$) demi menjaga potensial interior tetap konstan ekivalen nilai batasnya ($V = 0$).
Contoh 3.6 — Muatan Permukaan Tidak Seragam pada Kulit Bola

Sebuah kulit bola tipis berjejari $R$ memiliki distribusi rapat muatan permukaan yang tidak seragam, yang bervariasi terhadap sudut polar sebagai fungsi kosinus murni, $\sigma(\theta) = \sigma_0\cos\theta$. Tentukan fungsi potensial listrik umum $V_{\text{dalam}}(r,\theta)$ di wilayah interior ($r \leq R$) dan $V_{\text{luar}}(r,\theta)$ di wilayah eksterior ($r \geq R$) yang dihasilkan oleh kulit bola tersebut.

Langkah 1 — Identifikasi Simetri Spasial dan Isolasi Mode Eigen.
Sistem fisis ini memiliki simetri rotasi penuh mengitari sumbu-$z$ vertikal, sehingga tidak bergantung pada sudut azimut ($\frac{\partial V}{\partial \phi} = 0$). Sifat ini menyederhanakan ekspansi potensial umum ke dalam deret tunggal Polinomial Legendre biasa $P_l(\cos\theta)$. Karena profil rapat muatan diberikan sebagai fungsi kosinus murni, kita dapat menuliskan distribusi tersebut langsung menggunakan Polinomial Legendre orde pertama:

$$ \sigma(\theta) = \sigma_0 P_1(\cos\theta) $$

Berdasarkan keunikan sifat ortogonalitas fungsi basis, pemicu berupa komponen angular tunggal $P_1(\cos\theta)$ pada batas interface hanya akan mengeksitasi dan mengaktifkan mode tingkat $l = 1$ di seluruh ruang hampa. Seluruh koefisien amplitudo untuk tingkat orde lainnya ($l \neq 1$) secara matematis akan gugur menjadi nol secara mandiri. Oleh karena itu, kita dapat menyusun bentuk solusi komparatif awal untuk kedua wilayah ruang:

  • Wilayah Interior ($r \leq R$): Suku peluruhan $r^{-(l+1)}$ wajib dieliminasi karena akan mengalami divergensi tak hingga di pusat poros ($r=0$). Solusi disederhanakan menjadi fungsi linear: $V_{\text{dalam}}(r,\theta) = A_1 r \cos\theta$.
  • Wilayah Eksterior ($r \geq R$): Suku pertumbuhan $r^l$ wajib dieliminasi agar potensial meluruh secara fisis dan tetap terbatas pada jarak tak terhingga ($r \to \infty$). Solusi disederhanakan menjadi fungsi invers kuadratis: $V_{\text{luar}}(r,\theta) = \frac{B_1}{r^2} \cos\theta$.

Langkah 2 — Penerapan Syarat Batas Kontinuitas Potensial.
Berdasarkan hukum dasar elektrostatika, fungsi potensial listrik harus bersifat kontinu di setiap titik ruang, termasuk saat melintasi batas permukaan kulit bola tepat pada radius $r = R$:

$$ V_{\text{dalam}}(R,\theta) = V_{\text{luar}}(R,\theta) \implies A_1 R \cos\theta = \frac{B_1}{R^2} \cos\theta $$

Persamaan kontinuitas di atas memberikan hubungan langsung antara koefisien interior dan eksterior:

$$ A_1 R = \frac{B_1}{R^2} \implies B_1 = A_1 R^3 $$

Langkah 3 — Penerapan Kondisi Batas Diskontinuitas Medan Listrik Radial.
Keberadaan muatan permukaan pada antarmuka kulit bola memicu lompatan nilai (diskontinuitas) pada komponen normal medan listrik radial yang menembus permukaan tersebut. Hubungan ini dirumuskan melalui hukum Gauss perbatasan:

$$ \left. \frac{\partial V_{\text{luar}}}{\partial r} \right|_{r=R} - \left. \frac{\partial V_{\text{dalam}}}{\partial r} \right|_{r=R} = -\frac{\sigma(\theta)}{\varepsilon_0} $$

Kita turunkan masing-masing fungsi potensial terhadap variabel radial $r$, lalu substitusikan nilainya pada titik batas $r = R$:

$$ \left( -\frac{2B_1}{R^3} \cos\theta \right) - \left( A_1 \cos\theta \right) = -\frac{\sigma_0}{\varepsilon_0} \cos\theta \implies \frac{2B_1}{R^3} + A_1 = \frac{\sigma_0}{\varepsilon_0} $$

Substitusikan hubungan $B_1 = A_1 R^3$ dari Langkah 2 ke dalam persamaan diskontinuitas medan untuk mengisolasi nilai koefisien secara definitif:

$$ \frac{2(A_1 R^3)}{R^3} + A_1 = \frac{\sigma_0}{\varepsilon_0} \implies 3A_1 = \frac{\sigma_0}{\varepsilon_0} \implies A_1 = \frac{\sigma_0}{3\varepsilon_0} $$

Setelah koefisien interior ditemukan, kita kembalikan nilainya untuk mendapatkan koefisien eksterior $B_1$:

$$ B_1 = \left( \frac{\sigma_0}{3\varepsilon_0} \right) R^3 = \frac{\sigma_0 R^3}{3\varepsilon_0} $$

Langkah 4 — Formulasi Solusi Analitis Akhir.
Substitusi kedua tetapan koefisien tersebut melahirkan rumusan fungsi potensial elektrostatik yang lengkap dan unik untuk seluruh domain ruang:

  • Potensial Ruang Interior ($r \leq R$):
    $$ \boxed{V_{\text{dalam}}(r,\theta) = \frac{\sigma_0}{3\varepsilon_0}\,r\cos\theta} $$
  • Potensial Ruang Eksterior ($r \geq R$):
    $$ \boxed{V_{\text{luar}}(r,\theta) = \frac{\sigma_0 R^3}{3\varepsilon_0\,r^2}\cos\theta} $$

Langkah 5 — Interpretasi Fisis Hasil Solusi.
Jika kita ambil nilai negatif dari gradien fungsi potensial di wilayah dalam, kita akan memperoleh medan listrik interior:

$$ \mathbf{E}_{\text{dalam}} = -\nabla V_{\text{dalam}} = -\frac{\partial}{\partial z}\left(\frac{\sigma_0}{3\varepsilon_0} z\right)\hat{\mathbf{z}} = -\frac{\sigma_0}{3\varepsilon_0}\,\hat{\mathbf{z}} $$

Hasil ini sangat menarik secara fisis: meskipun muatan di permukaan kulit bola tersebar tidak merata, interaksi akumulasi muatan tersebut secara geometri justru menghasilkan **medan listrik yang seragam (homogen) dan konstan** di seluruh ruang interior dalam bola.

Sementara itu, fungsi potensial di wilayah luar ($V_{\text{luar}} \propto \frac{\cos\theta}{r^2}$) berperilaku persis menyerupai **medan dwi-kutub murni (dipole field)**. Konfigurasi ini menghasilkan momen dipol fisis efektif sebesar:

$$ p = \frac{4\pi}{3} R^3 \sigma_0 $$

Keadaan ini setara secara eksak dengan fenomena fisis sebuah bola dielektrik padat yang mengalami polarisasi makroskopis seragam murni.

💡 Koneksi Geometris ke Superposisi Pergeseran Bola

Konfigurasi rapat muatan $\sigma \propto \cos\theta$ memiliki hubungan matematis erat dengan model mekanika elektrostatik. Jika kita mengambil dua buah bola padat bermuatan seragam yang saling berlawanan tanda secara volumetrik (+$\rho$ dan $-\rho$), kemudian menggeser pusat simetri keduanya sejauh jarak infinitesimal $d$ sepanjang sumbu-$z$, wilayah kulit luar non-tumpang-tindih yang tersisa akan menghasilkan penumpukan muatan permukaan efektif yang sebanding dengan fungsi kosinus sudut, persis seperti kasus ini. Hal inilah yang menjelaskan mengapa area tumpang tindih di dalam rongga menghasilkan potensial linier yang melahirkan medan seragam.

3.6 Metode Citra (Image Method)

Metode citra menggantikan permukaan konduktor dengan muatan fiktif (image charge) yang direncanakan sehingga syarat batas terpenuhi secara eksak. Kekuatan metode ini terletak pada dua hal: (1) ia memberikan solusi tertutup tanpa menyelesaikan PDE, dan (2) oleh teorema unikutas, solusi ini adalah satu-satunya solusi yang benar. Untuk keringkasan, pada bagian ini kita tulis $k_e \equiv \dfrac{1}{4\pi\varepsilon_0}$.

3.6.1 Bidang Konduktor Tak Hingga

Metode Citra: Bidang Tak Hingga

Bidang konduktor pada $z = 0$ dipotong menjadi dua region. Muatan nyata $+q$ di $(0,0,d)$. Untuk $z > 0$, ganti konduktor dengan muatan citra $-q$ di $(0,0,-d)$. Potensial di wilayah fisik ($z > 0$):

$$ V(x,y,z) = k_e q\left(\frac{1}{\sqrt{x^2+y^2+(z-d)^2}} - \frac{1}{\sqrt{x^2+y^2+(z+d)^2}}\right) $$
Verifikasi Syarat Batas dan Muatan Terinduksi

Pada $z = 0$: kedua suku identik, sehingga $V = 0$ pada seluruh bidang. $\checkmark$

Muatan permukaan terinduksi dari hukum Gauss lokal:

$$ \sigma(x,y) = -\varepsilon_0\,E_z\big|_{z=0^+} = -\frac{q\,d}{2\pi(x^2+y^2+d^2)^{3/2}} $$

Memverifikasi total muatan terinduksi (substitusi $u = \rho^2+d^2$, $du = 2\rho\,d\rho$):

$$ \int\sigma\,da = -\frac{qd}{2\pi}\int_0^\infty\frac{2\pi\rho\,d\rho}{(\rho^2+d^2)^{3/2}} = -qd\left[-\frac{1}{\sqrt{\rho^2+d^2}}\right]_0^\infty = -q \;\checkmark $$

Citra bidang bersifat "setia": muatan terinduksi total selalu $-q$, tidak peduli seberapa dekat $q$ ke bidang.

Contoh 3.8 — Gaya, Energi, dan Subtilitas Faktor ½

Gaya: jarak $q$ ke citranya $2d$, sehingga

$$ \mathbf{F} = -\frac{q^2}{16\pi\varepsilon_0 d^2}\,\hat{\mathbf{z}} \qquad\Longrightarrow\qquad F \propto \frac{1}{d^2}\;\text{(selalu atraktif)} $$

Energi: jangan tergoda menulis $W = qV_{\text{citra}}$. Muatan citra bukan benda nyata — ia bergerak bersama $q$, sehingga hanya separuh medan yang "sudah terpasang" saat $q$ dibawa masuk. Cara aman: integralkan gaya,

$$ W(d) = \int_d^\infty \frac{q^2}{16\pi\varepsilon_0 z^2}\,dz = -\frac{q^2}{16\pi\varepsilon_0 d} \;\;=\;\; \tfrac{1}{2}\,q\,V_{\text{citra}}(d) \;\checkmark $$

Kontras dengan sepasang muatan nyata berjarak $2d$, yang energinya $k_eq^2/2d$ (tanpa faktor ½). Tanda negatif: perlu kerja luar untuk menahan $q$, karena sistem "ingin" runtuh ke bidang.

Rapat muatan maksimum (di $\rho = 0$, tepat di bawah $q$): $\sigma_{\max} = -q/2\pi d^2$, dan lebar efektif noda muatan $\sim d$ — mendekatkan $q$ dua kali melipatgandakan $\sigma_{\max}$.

Pemeriksaan dimensi: $[q^2/4\pi\varepsilon_0 d^2] = \text{N}$ dan $[q^2/4\pi\varepsilon_0 d] = \text{J}$. $\checkmark$

konduktor bertanah (V = 0) z > 0 z < 0 z = 0 + q − −q (citra) d F (atraksi) − − − − − − σ(ρ) ∝ −d/(ρ²+d²)^{3/2} distribusi muatan terinduksi (negatif di mana-mana, total −q)
Gambar 3.6 — Metode citra untuk bidang konduktor tak hingga. Garis medan dari $+q$ tiba tegak lurus di permukaan (konfirmasi $V = 0$). Muatan terinduksi negatif di mana-mana, total persis $-q$. Gaya pada $q$ selalu atraktif.
Contoh 3.9 — Potensial Citra: Elektron di Dekat Logam

Partikel bermuatan $q = -e$ pada jarak $d$ dari permukaan logam ($d$ jauh melampaui jarak antaratom, sehingga model kontinum sah). Energi potensial citranya:

$$ U(d) = -\frac{k_e e^2}{4d} $$

Skala $\text{eV}$ tercapai tepat pada jarak nanometer — inilah potensial citra yang mengikat elektron lemah di atas permukaan dan menjadi bahan analisis emisi termionik.

Aplikasi klasik — penurunan Schottky: dengan medan eksternal $E$ keluar dari permukaan, energi total menjadi $U(z) = -k_ee^2/4z - eEz$. Titik kritisnya:

$$ \frac{dU}{dz} = \frac{k_ee^2}{4z^2} - eE = 0 \;\Longrightarrow\; z_0 = \sqrt{\frac{e}{16\pi\varepsilon_0 E}} $$

Kedua suku energi bernilai sama di $z_0$, sehingga tinggi barier turun sebesar

$$ \Delta\Phi_{\text{Schottky}} = 2\,eE z_0 = \sqrt{\frac{e^3 E}{4\pi\varepsilon_0}} \;\propto\; \sqrt{E} $$

Batas validitas: hukum $1/d$ pasti pecah pada jarak atomik; model citra kontinum hanya dipercaya untuk $d$ jauh di atas konstanta kisi.

Contoh 3.10 — Dipol di Atas Bidang: Orientasi Tegak Lurus vs Sejajar

Dipol $\mathbf{p}$ pada ketinggian $d$ di atas bidang bertanah. Karena citra tiap muatan titiknya tanda-dibalik dan posisi-cerminkan, komponen tegak lurus dipertahankan arahnya sedangkan komponen sejajar dibalik:

$$ \mathbf{p} = p(\sin\theta\,\hat{\mathbf{x}} + \cos\theta\,\hat{\mathbf{z}}) \;\longrightarrow\; \mathbf{p}' = p(-\sin\theta\,\hat{\mathbf{x}} + \cos\theta\,\hat{\mathbf{z}}) $$

Interaksi dipol–dipol pada pemisahan $2d$ memberikan energi

$$ U(\theta) = \frac{k_e}{(2d)^3}\left[\mathbf{p}\cdot\mathbf{p}' - 3(\mathbf{p}\cdot\hat{\mathbf{z}})(\mathbf{p}'\cdot\hat{\mathbf{z}})\right] = -\frac{p^2}{32\pi\varepsilon_0 d^3}\left(1+\cos^2\theta\right) $$

Dari sini, tanpa hitungan tambahan:

  • Rasio orientasi: $U_\perp/U_\parallel = 2$ — dipol ditarik dua kali lebih kuat saat "berdiri" tegak lurus permukaan.
  • Torsi citra: $\tau = -\partial U/\partial\theta = -(p^2\sin 2\theta)/(16\pi\varepsilon_0 d^3)$ selalu memutar $\theta \to 0$: bidang bertindak seperti pemampfukan orientasi.
  • Skala jarak: $U \propto d^{-3}$, $F \propto d^{-4}$ — jauh lebih lembut dari muatan titik ($d^{-2}$), karena moment dipol terinduksi lenyap untuk bidang netral dalam pengertian ordo terdepan.

Inilah mekanisme dasar adsorpsi fisik molekul polar di permukaan logam, dan alasan film pelumas polar menata diri tegak lurus elektroda.

Contoh 3.11 — Muatan di Antara Dua Bidang Sejajar: Tangga Citra Tak Hingga

$q$ berada pada ketinggian $d$ di atas bidang bawah; bidang atas berjarak $L$. Satu citra tidak lagi cukup: setiap citra baru harus dicerminkan lagi di bidang lainnya, menghasilkan tangga tak hingga — $-q$ pada $z = -d$ dan $2L-d$; $+q$ pada $2L+d$ dan $d-2L$; dst. Dikelompokkan per pasangan, gaya vertikalnya:

$$ F_z = -\frac{q^2}{16\pi\varepsilon_0 d^2} \;+\; \frac{q^2}{16\pi\varepsilon_0}\sum_{n=1}^{\infty}\left[\frac{1}{(nL-d)^2} - \frac{1}{(nL+d)^2}\right] $$

(Pasangan citra $+q$ simetris di kedua sisi saling meniadakan — hanya suku $-q$ yang bertahan.) Dengan $x = d/L$, bentuk tertutupnya melibatkan trigamma:

$$ F_z = \frac{q^2}{16\pi\varepsilon_0 L^2}\left[\psi_1(1-x) - \psi_1(1+x)\right] - \frac{q^2}{16\pi\varepsilon_0 d^2} $$

Dua pemeriksaan batas yang wajib lolos:

  • $L \to \infty$: suku trigamma lenyap, tersisa persis hukum bidang tunggal. $\checkmark$
  • $x = 1/2$ (titik tengah): memakai $\psi_1(3/2) = \psi_1(1/2) - 4$, diperoleh $F_z = 0$ eksak — konsisten dengan simetri pencerminan. $\checkmark$ (Kesetimbangan ini tak-stabil: bergeser sedikit ke salah satu bidang, tarikan sisi terdekat menang.)

Pelajaran: metode citra tetap eksak untuk geometri majemuk, tetapi kehilangan bentuk tertutup sederhana; untungnya deret konvergen cepat ($\propto 1/n^2$).

3.6.2 Dua Bidang Siku-Siku: Reflektor Sudut

Metode Citra: Sudut 90°

Dua bidang konduktor bertanah saling tegak lurus (bidang $x=0$ dan $y=0$, sepanjang sumbu $z$). Muatan $q$ di $(a,a)$. Cukup tiga muatan citra:

$$ -q \,\text{di}\, (-a,a); \qquad -q \,\text{di}\, (a,-a); \qquad +q \,\text{di}\, (-a,-a) $$
Verifikasi dan Generalisasi Sudut

Pada bidang $x=0$: pasangan $(a,a)$–$(-a,a)$ dan $(a,-a)$–$(-a,-a)$ berjarak sama dari setiap titik bidang dengan tanda berlawanan → saling meniadakan. $\checkmark$ Pada bidang $y=0$: demikian pula pasangan $(a,a)$–$(a,-a)$ dan $(-a,a)$–$(-a,-a)$. $\checkmark$ Oleh unikitas, selesai. $\blacksquare$

Generalisasi: untuk sudut $\alpha = \pi/n$ ($n$ bulat), refleksi berulang pada grup dihedral menghasilkan tepat $2n-1$ citra: $90^\circ \to 3$, $60^\circ \to 5$, $45^\circ \to 7$. Untuk sudut lain (misalnya $120^\circ$) tidak ada solusi citra berhingga.

Contoh 3.12 — Gaya pada Muatan di Reflektor Sudut

Tiga kontribusi gaya pada $q$ di $(a,a)$:

$$ \mathbf{F} = \underbrace{-\frac{k_eq^2}{(2a)^2}\,(\hat{\mathbf{x}}+\hat{\mathbf{y}})}_{\text{tarik dua citra } -q} \;+\; \underbrace{\frac{k_eq^2}{(2\sqrt{2}\,a)^2}\,\frac{\hat{\mathbf{x}}+\hat{\mathbf{y}}}{\sqrt{2}}}_{\text{dorong citra } +q} = -\frac{k_eq^2}{a^2}\left(\frac{1}{4}-\frac{1}{8\sqrt{2}}\right)(\hat{\mathbf{x}}+\hat{\mathbf{y}}) $$

Resultan tepat sepanjang garis bagi sudut, menuju tikungan. Kejutan yang bisa dibaca langsung dari rumus: bandingkan dengan satu bidang tunggal pada jarak $a$ (gaya $k_eq^2/4a^2$):

$$ \frac{F_{\text{sudut}}}{F_{\text{bidang tunggal}}} = 1 - \frac{1}{2\sqrt{2}} \approx 0{,}65 $$

Dua bidang justru menarik lebih lemah dari satu bidang — citra $+q$ di belakang tikungan mendorong $q$ menjauh. Penerapan namanya nyata: corner reflector radar (tiga pelat siku) memantulkan gelombang kembali ke arah asalnya; di sini kita melihat versi elektrostatiknya.

bidang bertanah (V = 0) bidang bertanah region fisik + q − −q − −q + +q a a F sepanjang garis bagi
Gambar 3.7 — Reflektor sudut 90°. Tiga citra (dua $-q$, satu $+q$) memenuhi $V=0$ di kedua bidang secara eksak. Gaya total tepat sepanjang garis bagi sudut menuju tikungan; citra $+q$ sebagian meniadakan tarikan dua citra $-q$.

3.6.3 Bola Konduktor Bertanah

Metode Citra: Bola Konduktor Bertanah

Bola konduktor berjari $R$ bertanah. Muatan titik $q$ di luar pada jarak $a > R$ dari pusat (misal pada sumbu $z$). Muatan citra:

$$ q' = -\frac{R}{a}\,q \qquad\text{ditempatkan pada jarak } b = \frac{R^2}{a}\text{ dari pusat} $$

Potensial di luar bola ($r > R$):

$$ V(\mathbf{r}) = k_e\left(\frac{q}{|\mathbf{r}-\mathbf{r}_q|} + \frac{q'}{|\mathbf{r}-\mathbf{r}_{q'}|}\right) $$
Verifikasi $V = 0$ pada Permukaan Bola

Untuk sembarang titik $P$ pada permukaan ($|\mathbf{r}| = R$), kita harus menunjukkan $q/|\mathbf{r}-\mathbf{r}_q| = -q'/|\mathbf{r}-\mathbf{r}_{q'}|$, atau ekuivalen $|\mathbf{r}-\mathbf{r}_q|/|\mathbf{r}-\mathbf{r}_{q'}| = -q/q' = a/R$.

Dari hukum kosinus pada segitiga $OPq$ dan $OPq'$, dan menggunakan $b = R^2/a$:

$$ \frac{|\mathbf{r}-\mathbf{r}_q|^2}{|\mathbf{r}-\mathbf{r}_{q'}|^2} = \frac{R^2 + a^2 - 2aR\cos\alpha}{R^2 + b^2 - 2bR\cos\alpha} = \frac{R^2+a^2-2aR\cos\alpha}{R^2+R^4/a^2-2(R^2/a)R\cos\alpha} = \frac{a^2}{R^2} $$

Sehingga rasio jarak $= a/R = -q/q'$, di setiap titik permukaan sekaligus. $\blacksquare$ (Pasangan $q, q'$ disebut titik invers terhadap bola — konstruksi yang sama mendasari geometri proyektif.)

Contoh 3.13 — Anatomi Solusi: Gaya, Muatan Terinduksi, dan Pemeriksaan Batas

Gaya (jarak $q$ ke $q'$: $a - b = (a^2-R^2)/a$):

$$ F = \frac{k_e\,q\,q'}{(a-b)^2} = -\frac{k_e\,q^2\,R\,a}{(a^2-R^2)^2} $$

Dua batas yang harus dilalui setiap rumus citra — dan keduanya lolos:

  • Jauh ($a \gg R$): $F \to -k_eq^2R/a^3$. Meluruh seperti $1/a^3$, bukan $1/a^2$ — masuk akal, karena muatan terinduksi total $q' = -(R/a)q \to 0$; yang tersisa hanyalah efek dipol. Kontras dengan bidang, yang muatan terinduksinya konstan $-q$ dan gayanya $1/d^2$.
  • Menyentuh ($a \to R^+$): tulis $a^2-R^2 \approx 2R(a-R)$, diperoleh $F \to -k_eq^2/4(a-R)^2$ — persis hukum bidang dengan $d = a-R$. Fisika lokal: permukaan lengkung terlihat "datar" dari sangat dekat. $\checkmark$ (Kontinuitas antara kasus bola dan bidang adalah uji konsistensi gratis.)

Rapat muatan terinduksi:

$$ \sigma(\theta) = -\frac{q\,(a^2-R^2)}{4\pi R\,\big(a^2+R^2-2aR\cos\theta\big)^{3/2}}, \qquad \oint \sigma\,da = q' = -\frac{R}{a}q \;\checkmark $$

Rasio kutub terdekat/terjauh:

$$ \frac{\sigma(0)}{\sigma(\pi)} = \left(\frac{a+R}{a-R}\right)^3 $$

Muatan menumpuk menghadap $q$; untuk $a = 2R$ rasionya sudah $27$. Sementara $V$ konstan nol di seluruh permukaan — yang bervariasi adalah $\sigma$, bukan $V$. Ini pembeda penting dari kasus bola tak-bertanah di subbab berikutnya.

R + q a q′ b F (atraksi) − − − − q′ = −(R/a)q pada b = R²/a; total terinduk = q′
Gambar 3.8 — Metode citra untuk bola konduktor bertanah. Muatan citra $q' = -(R/a)\,q$ lebih kecil dan lebih dekat ke pusat. Garis medan dari $q$ tiba tegak lurus di permukaan, mengonfirmasi $V = 0$.

3.6.4 Bola Konduktor Isolat (Tidak Bertanah)

Metode Citra: Bola Isolat Bermuatan $Q$

Jika bola tidak bertanah, syarat batasnya berubah: permukaan harus ekipotensial (tetapi tidak nol) dan memuat muatan total $Q$. Resepnya dua lapis: ambil solusi bola bertanah (citra $q' = -(R/a)q$ pada $b = R^2/a$, yang membuat $V=0$ di permukaan), lalu tambahkan muatan $Q - q'$ di pusat — muatan pusat hanya menggeser potensial permukaan secara konstan tanpa mengubah bentuk garis medan:

$$ V(\mathbf{r}) = k_e\left[\frac{q}{|\mathbf{r}-\mathbf{r}_q|} + \frac{q'}{|\mathbf{r}-\mathbf{r}_{q'}|} + \frac{Q-q'}{r}\right], \qquad r > R $$
$$ V_{\text{permukaan}} = \frac{Q-q'}{4\pi\varepsilon_0 R} = \frac{Q + (R/a)\,q}{4\pi\varepsilon_0 R} \qquad\text{(konstan — sesuai sifat konduktor)} $$
Contoh 3.14 — Gaya pada Bola Isolat Bermuatan $Q$: Kapan Tarikan Berbalik?

Gaya pada $q$ = tarikan citra + dorongan muatan pusat:

$$ F = k_e\left[\frac{q\,q'}{(a-b)^2} + \frac{q\,(Q-q')}{a^2}\right] = \frac{k_e\,q\,Q}{a^2} + k_e q^2 R\left[\frac{1}{a^3} - \frac{a}{(a^2-R^2)^2}\right] $$

Suku pertama (dorongan muatan bersih) tumbuh sebagai $1/a^2$; suku polarisasi (tarikan) meluruh lebih cepat. Karena itu selalu ada balik arah untuk $Q$ cukup besar. Syarat $F = 0$ memberikan ambang eksak:

$$ Q^{*} = \frac{q\,R^3\,(2a^2 - R^2)}{a\,(a^2-R^2)^2} \qquad\text{— gaya repulsif untuk } Q > Q^{*} $$

Pemeriksaan batas: $Q^* \propto q\,R^3/a^3$ untuk $a \gg R$ — bola kecil/jauh hanya perlu sedikit muatan untuk menolak, karena suku polarisasi melemah sebagai $1/a^5$. Sebaliknya saat $a \to R^+$, $Q^* \to \infty$: bola yang menempel tak mungkin ditolak hanya dengan muatan bersih. $\checkmark$

Muatan yang "dipermalukan oleh konduktor bermuatan sejenis" inilah mekanisme di balik penyaringan elektrostatik dan pengendapan partikel bermuatan pada elektroda bertegangan.

Contoh 3.15 — Bola Isolat Netral ($Q = 0$) dan Verifikasi Dipol Terinduksi

Kasus yang paling sering muncul di alam: konduktor netral dan terisolasi. Muatan pusatnya $-q' = +(R/a)q$ (kompensasi netralitas), sehingga

$$ V_{\text{permukaan}} = \frac{k_e\,q}{a} \qquad\text{— persis potensial yang } q \text{ ciptakan di pusat bola!} $$

Hasil elegan ini wajib begitu: netralitas memakai bola "mengambang" pada potensial lingkungan, dan medan $q$ di pusat adalah sumber itu. Gaya:

$$ F = k_e q^2 R\left[\frac{1}{a^3} - \frac{a}{(a^2-R^2)^2}\right] \;\xrightarrow{a\,\gg\,R}\; -\frac{2\,k_e\,q^2\,R^3}{a^5} $$

Verifikasi silang independen (dipol terinduksi): bola konduktor netral dalam medan luar terpolarisasi dengan moment dipol $p = 4\pi\varepsilon_0 R^3 E_{\text{pusat}} = R^3 q/a^2$. Gaya pada $q$ dari dipol ini (sepanjang sumbu):

$$ F = q\cdot\frac{2\,k_e\,p}{a^3} = \frac{2\,k_e\,q^2 R^3}{a^3\cdot a^2} \;\;✓ \text{ persis cocok} $$

Dua metode yang sepenuhnya berbeda (citra eksak vs ekspansi dipol) bertemu di batas jauh — cek konsistensi tanpa satu angka pun.

Perbandingan simbolik tiga varian bola (muatan sumber sama):

Varianta$V_{\text{perm}}$$F$ (batas jauh)Hukum gaya
bertanah$0$$-k_eq^2R/a^3$terkuat (bisa "menyerap" muatan $-Rq/a$)
isolat netral$k_eq/a$$-2k_eq^2R^3/a^5$atraksi murni polarisasi
isolat, $Q > Q^{*}$$k_e(Q+Rq/a)/R$$+k_eqQ/a^2$repulsif (muatan bersih menang)

Pembumian "mengunci" $V=0$ dengan mengalirkan muatan dari bumi — tarikan maksimum. Bola netral hanya bisa berpolarisasi: sisi dekat negatif, sisi jauh positif, tarikan parsial saling meniadakan.

R + q a − q′ (citra) + −q′ di pusat −−− −− +++ ++ F (atraksi) bola isolat netral: −q′ terinduk di sisi dekat, +q′ di sisi jauh
Gambar 3.9 — Sistem citra untuk bola tidak bertanah. Selain citra $q'$ (dashed, dekat permukaan), ada muatan pusat $Q-q'$ (dashed, di pusat) yang menjaga muatan total tanpa mengubah $V$ relatif di permukaan. Garis medan dari $q$ berakhir di sisi dekat; garis baru keluar dari sisi jauh yang bermuatan positif. Untuk $Q > Q^*$ gaya berbalik repulsif (Contoh 3.14).

3.6.5 Silinder di Dekat Bidang Konduktor

Subbab ini menyelesaikan soal klasik yang paling sering muncul di dunia nyata: konduktor silindris (kabel, kawat) di atas bidang konduktor (tanah, pelat grounding). Strateginya sama dengan subbab-subbab sebelumnya — tebak, verifikasi, serahkan sisanya pada unikitas — tetapi dengan kejutan yang indah: mencerminkan satu muatan garis terhadap bidang ternyata menghasilkan permukaan ekipotensial berbentuk lingkaran sempurna, dan lingkaran itulah penampang silinder kita.

Metode Citra: Silinder Sejajar Bidang Bertanah

Silinder konduktor berjari $R$, sumbunya sejajar bidang $z=0$ pada ketinggian $d > R$ (silinder memanjang sepanjang $y$; penampangnya dianalisis pada bidang $x$–$z$). Silinder membawa muatan $\lambda$ per satuan panjang (atau dipegang pada potensial $V_0$).

Tebakannya: cukup dua muatan garis — $+\lambda$ pada ketinggian $a$ dan $-\lambda$ (cerminannya) pada $-a$ — dengan

$$ a = \sqrt{d^2 - R^2} $$

Mengapa tebakan ini masuk akal? Pencerminan terhadap bidang otomatis menjamin $V = 0$ di $z = 0$ (argumen yang sama dengan 3.6.1). Yang belum jelas — dan akan diturunkan, bukan ditebak — adalah (i) mengapa $a$ harus bernilai itu, dan (ii) mengapa permukaan silinder menjadi ekipotensial tepat untuk pilihan tersebut. Asal-usul $a$ akan keluar secara alami dari penurunan di bawah.

Fondasi: Potensial Muatan Garis Tunggal (Hukum Gauss)

Medan. Ambil silinder Gauss berjari $r$, sejajar garis, panjang $L$. Simetri menuntut $\mathbf{E}$ radial dan seragam di selubung:

$$ E\,(2\pi r L) = \frac{\lambda L}{\varepsilon_0} \;\Longrightarrow\; \mathbf{E}(r) = \frac{\lambda}{2\pi\varepsilon_0\,r}\,\hat{\mathbf{r}} $$

Potensial. Integrasikan dari jarak referensi $r_0$ ke $r$:

$$ V(r) = -\int E\,dr = -\frac{\lambda}{2\pi\varepsilon_0}\ln r + \text{konst} = \frac{\lambda}{2\pi\varepsilon_0}\ln\frac{r_0}{r} $$

Catatan teknis penting: untuk garis tak hingga, syarat $V(\infty) = 0$ mustahil ($\ln\infty$ divergen) — konstanta referensi tetap bebas. Keindahannya: untuk pasangan $\pm\lambda$, potensialnya berbentuk selisih dua logaritma dan kedua suku divergen identik di jarak jauh sehingga saling melenyapkan; $V \to 0$ secara otomatis dan konstantanya ditetapkan nol. Inilah alasan pasangan garis lebih "ramah" daripada garis tunggal.

Penurunan Inti: Pasangan Garis → Lingkaran Ekipotensial (Langkah demi Langkah)

Langkah 1 — Tulis potensial pasangan. Dengan $r_\pm = \sqrt{x^2 + (z \mp a)^2}$ (jarak ke garis $+\lambda$ di $z=+a$ dan $-\lambda$ di $z=-a$):

$$ V(x,z) = \frac{\lambda}{2\pi\varepsilon_0}\bigl[\ln r_- - \ln r_+\bigr] = \frac{\lambda}{2\pi\varepsilon_0}\ln\frac{r_-}{r_+} $$

Langkah 2 — Verifikasi bidang. Pada $z = 0$: jarak ke kedua garis sama, $r_+ = r_-$, sehingga $V = 0$ di seluruh bidang. $\checkmark$

Langkah 3 — Cari permukaan ekipotensial. Permukaan $V = \text{konst}$ sama dengan $r_-/r_+ = k$ (konstanta). Kuadratkan kedua ruas:

$$ r_-^2 = k^2\,r_+^2 \;\Longrightarrow\; x^2 + (z+a)^2 = k^2\left[x^2 + (z-a)^2\right] $$

Jabarkan kedua ruas secara terpisah:

$$ \underbrace{x^2 + z^2 + 2az + a^2}_{\text{ruas kiri}} = \underbrace{k^2x^2 + k^2z^2 - 2k^2az + k^2a^2}_{\text{ruas kanan}} $$

Pindahkan semua ke ruas kiri dan kelompokkan:

$$ (1-k^2)\,x^2 + (1-k^2)\,z^2 + 2a(1+k^2)\,z + (1-k^2)\,a^2 = 0 $$

Bagi dengan $(1-k^2) \neq 0$ (kasus $k=1$ hanyalah bidang $z=0$ itu sendiri, tidak menarik). Perhatikan $2a(1+k^2)/(1-k^2) = -2a(k^2+1)/(k^2-1)$:

$$ x^2 + z^2 - \frac{2a(k^2+1)}{k^2-1}\,z + a^2 = 0 $$

Lengkapi kuadrat pada variabel $z$: setengah koefisien $z$ adalah $a(k^2+1)/(k^2-1)$, sehingga

$$ x^2 + \left(z - \frac{a(k^2+1)}{k^2-1}\right)^{\!2} = \frac{a^2(k^2+1)^2}{(k^2-1)^2} - a^2 = \frac{a^2\bigl[(k^2+1)^2 - (k^2-1)^2\bigr]}{(k^2-1)^2} $$

Selisih kuadrat pada pembilang disederhanakan:

$$ (k^2+1)^2 - (k^2-1)^2 = \bigl[(k^2+1)-(k^2-1)\bigr]\bigl[(k^2+1)+(k^2-1)\bigr] = (2)(2k^2) = 4k^2 $$

Hasil akhir — persamaan lingkaran:

$$ x^2 + \left(z - a\,\frac{k^2+1}{k^2-1}\right)^{\!2} = \left(\frac{2ak}{k^2-1}\right)^{2} \;\blacksquare $$

Baca geometrinya. Setiap nilai $k > 1$ menghasilkan satu lingkaran dengan

$$ z_c = a\,\frac{k^2+1}{k^2-1} \;\;\text{(pusat)}, \qquad R = \frac{2ak}{k^2-1} \;\;\text{(jari-jari)} $$

Tiga pemeriksaan cepat bahwa lingkaran ini "layak" menjadi silinder: (i) pusat di atas bidang, $z_c > 0$ untuk $k>1$; (ii) titik terendah lingkaran di atas bidang, $z_c - R = a\frac{(k-1)^2}{k^2-1} = a\frac{k-1}{k+1} > 0$; (iii) garis $+\lambda$ berada di dalam lingkaran, sebagaimana mestinya (ia mewakili muatan silinder): jarak pusat-ke-garis $z_c - a = \frac{2a}{k^2-1}$ lebih kecil dari jari-jari, karena $R = k\,(z_c - a) > z_c - a$ untuk $k > 1$. $\checkmark$

Langkah 4–5: Menyaring $a$ dan $k$; Potensial dan Kapasitansi Silinder

Langkah 4 — inversi: dari $(d, R)$ ke $(a, k)$. Bandingkan dua persamaan lingkaran di atas; $a$ dan $k$ harus memenuhi keduanya sekaligus. Ambil rasionya (faktor $a/(k^2-1)$ saling meniadakan):

$$ \frac{d}{R} = \frac{(k^2+1)/(k^2-1)}{2k/(k^2-1)} = \frac{k^2+1}{2k} \;\Longrightarrow\; k^2 - \frac{2d}{R}\,k + 1 = 0 $$

Kuadrat sempurna dalam $k$, dengan akar

$$ k = \frac{d \pm \sqrt{d^2-R^2}}{R} $$

Kedua akar berkebalikan (hasil kalinya $= \frac{d^2 - (d^2-R^2)}{R^2} = 1$); kita pilih akar dengan $k > 1$ agar pusat lingkaran di atas bidang:

$$ k = \frac{d+\sqrt{d^2-R^2}}{R} $$

Sekarang $a$ — kembalikan ke persamaan jari-jari dan selesaikan:

$$ a = R\,\frac{k^2-1}{2k} = \frac{R}{2}\left(k - \frac{1}{k}\right) $$

Substitusikan $k$ dan $1/k = (d-\sqrt{d^2-R^2})/R$; suku $d$ saling meniadakan:

$$ a = \frac{1}{2}\left[d+\sqrt{d^2-R^2} - d + \sqrt{d^2-R^2}\right] = \sqrt{d^2-R^2} \;\checkmark $$

Inilah asal-usul $a = \sqrt{d^2-R^2}$ pada kotak definisi — bukan tebakan, melainkan konsekuensi wajib dari menuntut lingkaran ekipotensial berjari $R$ berpusat di $d$.

Langkah 5 — potensial silinder. Pada permukaan lingkaran, rasio $r_-/r_+ = k$ berlaku di setiap titik (itulah definisinya), sehingga permukaan itu ekipotensial dengan nilai

$$ V_{\text{sil}} = \frac{\lambda}{2\pi\varepsilon_0}\ln k $$

Untuk menghubungkan dengan $\text{arccosh}$, tulis $d/R = \cosh u$ dengan $u = \text{arccosh}(d/R) \geq 0$, sehingga $\sqrt{d^2-R^2}/R = \sinh u$ dan

$$ k = \cosh u + \sinh u = e^{u} \;\Longrightarrow\; \ln k = u = \operatorname{arccosh}\frac{d}{R} $$

Dengan demikian potensial dan kapasitansi per satuan panjang:

$$ V_0 = \frac{\lambda}{2\pi\varepsilon_0}\,\operatorname{arccosh}\frac{d}{R} \qquad\Longrightarrow\qquad C' = \frac{\lambda}{V_0} = \frac{2\pi\varepsilon_0}{\operatorname{arccosh}(d/R)} $$

Dua batas sanity: $d \gg R$: $\operatorname{arccosh}(d/R) = \ln\!\bigl(d/R + \sqrt{d^2/R^2-1}\bigr) \approx \ln(2d/R)$ — kawat jauh dari bidang berperilaku seperti silinder terisolasi. $d \to R^+$: $\operatorname{arccosh} \to 0$, $C' \to \infty$ — celah tipis di titik sentuh = kapasitansi raksasa. $\checkmark$

Contoh 3.16 — Anatomi Lengkap: Medan Maksimum dan Gaya Tarik

Posisi citra untuk kawat tipis ($R \ll d$): $a = \sqrt{d^2-R^2} = d\sqrt{1-R^2/d^2} \approx d - R^2/2d$ — garis citra praktis menempel sumbu silinder; ofset $R^2/2d$ baru penting untuk silinder gemuk/rendah.

Medan maksimum. Permukaan silinder ekipotensial, tetapi $\sigma$ tidak rata: $\sigma \propto E$ maksimum di titik terendah $(x,z) = (0,\, d-R)$, sebab di sanalah jarak ke kedua garis minimum sekaligus (garis $+\lambda$ di bawah pusat, garis $-\lambda$ di bawah bidang — titik terendah paling dekat ke keduanya). Hitung jaraknya:

$$ s_+ = a - (d-R), \qquad s_- = a + (d-R) $$

(Penanda arah: $s_+$ positif karena $a^2 - (d-R)^2 = 2R(d-R) > 0$.) Di titik itu kedua medan mengarah vertikal ke bawah dan saling menambah, sehingga jumlahnya diatur seperti pecahan biasa:

$$ \frac{1}{s_+}+\frac{1}{s_-} = \frac{s_+ + s_-}{s_+\,s_-} $$

Kedua identitas geometrisnya dihitung langsung:

$$ s_+ + s_- = 2a, \qquad s_+\,s_- = a^2 - (d-R)^2 = (d^2-R^2) - (d^2 - 2dR + R^2) = 2R(d-R) $$

Maka

$$ E_{\max} = \frac{\lambda}{2\pi\varepsilon_0}\cdot\frac{2a}{2R(d-R)} = \frac{\lambda\,a}{2\pi\varepsilon_0\,R\,(d-R)} \;\xrightarrow{\;\lambda = 2\pi\varepsilon_0 V_0/\operatorname{arccosh}(d/R)\;}\; \frac{V_0\,\sqrt{d^2-R^2}}{R\,(d-R)\,\operatorname{arccosh}(d/R)} $$

Batas yang memvalidasi: $d \gg R$ memberi $E_{\max} \to \frac{V_0}{R\ln(2d/R)} = \frac{\lambda}{2\pi\varepsilon_0 R}$ — persis medan permukaan silinder terisolasi. $d \to R^+$: $E_{\max} \to \infty$ — celah yang menutup meledakkan medan. $\checkmark$ Perancang saluran transmisi membandingkan $E_{\max}$ ini dengan kekuatan dielektrik udara ($\approx 3$ MV/m) untuk menetapkan margin korona.

Gaya tarik per satuan panjang — dua jalan yang harus cocok:

Jalan 1 (Coulomb langsung). Medan garis $-\lambda$ pada jarak $2a$ dari garis $+\lambda$ adalah $E = \frac{\lambda}{2\pi\varepsilon_0 (2a)}$, sehingga gaya pada silinder (muatan $\lambda$ per panjang):

$$ \frac{F}{L} = \lambda\,E = \frac{\lambda^2}{4\pi\varepsilon_0\,a} = \frac{\lambda^2}{4\pi\varepsilon_0\sqrt{d^2-R^2}} \quad\text{(menuju bidang)} $$

Jalan 2 (energi, pada $\lambda$ tetap). Energi sistem per satuan panjang adalah $U = \tfrac{1}{2}\lambda V_0$ (faktor ½ lagi: citra bergerak bersama muatan nyata — pelajaran Contoh 3.8). Dengan $V_0 = \frac{\lambda}{2\pi\varepsilon_0}\operatorname{arccosh}(d/R)$ dan turunan

$$ \frac{\partial}{\partial d}\operatorname{arccosh}\frac{d}{R} = \frac{1/R}{\sqrt{(d/R)^2-1}} = \frac{1}{\sqrt{d^2-R^2}} $$

diperoleh

$$ \frac{F}{L} = -\frac{\partial U}{\partial d} = -\frac{\lambda}{2}\cdot\frac{\lambda}{2\pi\varepsilon_0}\cdot\frac{1}{\sqrt{d^2-R^2}} = -\frac{\lambda^2}{4\pi\varepsilon_0\sqrt{d^2-R^2}} \;\checkmark $$

Cocok persis. Catatan subtil: bila sistem dipegang pada $V_0$ tetap (baterai tersambung), energi "sistem" saja bukan energi potensial mekanik yang benar — baterai ikut berkerja — dan rumus yang tepat adalah $F/L = +\tfrac{1}{2}V_0^2\,\frac{dC'}{dd} < 0$, yang dengan $\lambda = C'V_0$ memberikan hasil identik. Gaya tumbuh tak terbatas saat $d \to R^+$ (menempel) dan meluruh sebagai $1/d$ saat jauh.

bidang konduktor bertanah (V = 0) R V₀ = (λ/2πε₀)·arccosh(d/R) d + +λ − −λ (citra) a +++ ++ ++ −−−−
Gambar 3.10 — Silinder di atas bidang bertanah (posisi vertikal tidak berskala). Pasangan garis $+\lambda$ (pada $a=\sqrt{d^2-R^2}$) dan $-\lambda$ (cerminan) menghasilkan lingkaran ekipotensial; silinder diselipkan pada salah satu lingkaran itu tanpa mengganggu medan. Medan keluar tegak lurus dari permukaan silinder dan tiba tegak lurus di bidang; $\sigma$ silinder maksimum di titik terendah.
Perbedaan Halus: Bola (3D) vs Silinder (2D)

Untuk bola, besar citra berbeda dari muatan asli: $q' = -(R/a)q$. Untuk silinder, besar citra persis sama: $\lambda' = -\lambda$, dan sisanya diserap oleh konstanta potensial. Perbedaan ini lahir dari dimensi: inversi pada potensial $1/r$ menskalakan muatan, sedangkan pada potensial $\ln r$ tidak. Dari sini pula mengikuti hasil klasik lain tanpa hitungan baru: kawat sejajar silinder bertanah ($\lambda' = -\lambda$ pada $R^2/a$) dan saluran dua-tali dengan $C' = \pi\varepsilon_0/\text{arccosh}(s/2R)$.

Kapan Metode Citra Berhasil?

Resep eksak hanya ada untuk keluarga geometri tertentu:

  • Bidang tak hingga — satu citra cermin (3.6.1).
  • Dua bidang bersudut $\alpha = \pi/n$ — $2n-1$ citra: $90^\circ \to 3$, $60^\circ \to 5$, $45^\circ \to 7$; untuk sudut lain tidak ada solusi citra berhingga (3.6.2).
  • Bola bertanah maupun isolat — inversi Kelvin: $q' = -(R/a)q$ pada $b = R^2/a$, plus muatan pusat untuk kasus isolat (3.6.3–3.6.4).
  • Muatan garis dan silinder — potensial logaritmik: $\lambda' = -\lambda$ pada posisi invers; langsung memberi silinder di atas bidang dan kawat transmisi (3.6.5).

Untuk geometri lain (elipsoid, kubus, silinder berhingga, dua bola), tidak ada ansatz citra berhingga yang bekerja — diperlukan deret multipol citra (inversi iteratif), pemisahan variabel, atau metode numerik. Filosofinya tetap sama di semua kasus: tebakan terbimbing + teorema unikitas = solusi eksak.

Kapan Metode Citra Berhasil?

Resep eksak hanya ada untuk keluarga geometri tertentu:

  • Bidang tak hingga — satu citra cermin (3.6.1).
  • Dua bidang bersudut $\alpha = \pi/n$ — $2n-1$ citra: $90^\circ \to 3$, $60^\circ \to 5$, $45^\circ \to 7$; untuk sudut lain tidak ada solusi citra berhingga (3.6.2).
  • Bola bertanah maupun isolat — inversi Kelvin: $q' = -(R/a)q$ pada $b = R^2/a$, plus muatan pusat untuk kasus isolat (3.6.3–3.6.4).
  • Muatan garis dan silinder — potensial logaritmik: $\lambda' = -\lambda$ pada posisi invers; langsung memberi silinder di atas bidang dan kawat transmisi (3.6.5).

Untuk geometri lain (elipsoid, kubus, silinder berhingga, dua bola), tidak ada ansatz citra berhingga yang bekerja — diperlukan deret multipol citra (inversi iteratif), pemisahan variabel, atau metode numerik. Filosofinya tetap sama di semua kasus: tebakan terbimbing + teorema unikitas = solusi eksak.


Latihan Evaluasi Bab 3

Latihan berikut menguji tiga kompetensi secara berjenjang: (i) mengatur syarat batas dan membaca simetrinya, (ii) mengeksekusi mekanisme (pemisahan variabel, ekspansi multipol, metode citra) sampai tuntas, dan (iii) menilai kewajaran hasil. Enam pertanyaan pemanasan (A1–A6) tidak masuk penomoran butir; butir 1–12 melatih materi inti bab, dan butir 13–22 menguji materi pengembangan pada §3.6.2–3.6.5 (reflektor sudut, bola berpotensial terminal, silinder di atas bidang, dan kawan-kawannya).

Disiplin Pemeriksaan — Berlaku untuk Setiap Butir

Sebuah jawaban dianggap tuntas hanya jika lolos tiga gerbang yang dipakai di seluruh bab: (1) pemeriksaan dimensi, (2) sedikitnya satu pemeriksaan batas atau kasus khusus (limit jauh, limit sentuh, simetri), dan (3) sanitas unikitas (apakah syarat batas benar-benar terpenuhi di setiap titik batas?). Petunjuk mengarahkan langkah; jawaban kunci memberikan hasil akhir simbolik untuk dicek sendiri — bukan pengganti penurunan.

Bagian A — Pemanasan Konseptual

  • A1. Mengapa muatan citra dilarang diletakkan di wilayah fisik?
  • Jawaban kunci. Di wilayah fisik harus berlaku $\nabla^2 V = 0$; muatan citra di sana memasukkan sumber delta yang merusak persamaan Laplace. Citra hanyalah alat konstruksi di wilayah tidak fisik.
  • A2. Mengapa energi sistem muatan–konduktor adalah $\tfrac{1}{2}qV_{\text{citra}}$, bukan $qV_{\text{citra}}$?
  • Jawaban kunci. Citra bukan benda nyata dan bergerak bersama $q$; saat $q$ dibawa dari $\infty$, hanya separuh konfigurasi yang "sudah terpasang". Integrasi langsung $\int \mathbf{F}\cdot d\mathbf{r}$ memang menghasilkan faktor ½.
  • A3. Pada bola konduktor bertanah, $V = 0$ di setiap titik permukaan, tetapi $\sigma(\theta)$ sangat tidak rata. Bukankah kontradiktif?
  • Jawaban kunci. Tidak. $V$ konstan hanya memaksa komponen tangensial $\mathbf{E}$ lenyap; $\sigma = -\varepsilon_0 E_n$ mengikuti komponen normal, yang bebas bervariasi.
  • A4. Besar citra bola adalah $q' = -(R/a)q$ (berubah), sedangkan citra silinder tepat $-\lambda$ (tidak berubah). Mengapa bedanya?
  • Jawaban kunci. Konsekuensi dimensi: inversi pada potensial $1/r$ (3D) menskalakan besar muatan dengan $(R/a)$; pada potensial $\ln r$ (2D), inversi hanya menggeser konstanta aditif, bukan besar $\lambda$.
  • A5. Dua bidang tegak lurus butuh 3 citra; dua bidang sejajar butuh tangga tak hingga. Apa pembeda strukturalnya?
  • Jawaban kunci. Refleksi pada dua bidang siku membentuk grup berhingga (4 elemen), sehingga orbit muatan tertutup. Dua bidang sejajar menghasilkan translasi berulang tanpa penutupan — grup tak hingga.
  • A6. Sudut $90^\circ$, $60^\circ$, $45^\circ$ bisa lewat citra; sudut $120^\circ$ tidak. Nyatakan syarat umumnya.
  • Jawaban kunci. Grup refleksi tertutup berhingga hanya jika $\alpha = \pi/n$ dengan $n$ bulat, menghasilkan $2n-1$ citra.

Bagian B — Pemisahan Variabel dan Ekspansi Multipol (Butir 1–6)

  1. Balok $0 < x < a$, $0 < y < b$, $0 < z < c$ memiliki $V = 0$ pada semua sisi kecuali $z = c$ di mana $V = V_0\sin(\pi x/a)\sin(\pi y/b)$. Tentukan $V(x,y,z)$ dan verifikasi bahwa hanya satu suku Fourier non-nol yang muncul. Mengapa?
    Petunjuk. Tulis solusi umum $\sum A_{mn}\sin(m\pi x/a)\sin(n\pi y/b)\sinh(\gamma_{mn}z)$ dengan $\gamma_{mn} = \pi\sqrt{m^2/a^2+n^2/b^2}$; proyeksikan syarat batas pada basis sinus, atau — lebih cepat — kenali bentuk fungsinya.

    Jawaban kunci. $\gamma_{11} = \pi\sqrt{a^{-2}+b^{-2}}$ dan

    $$ V = V_0\,\frac{\sinh(\gamma_{11}\,z)}{\sinh(\gamma_{11}\,c)}\,\sin\frac{\pi x}{a}\,\sin\frac{\pi y}{b} $$
    Hanya satu suku karena data batas adalah sendiri fungsi eigen $(1,1)$: produk sinus ortogonal terhadap semua pasangan $(m,n) \neq (1,1)$, sehingga seluruh koefisien lain nol. Verifikasi cepat: $z=0 \Rightarrow \sinh 0 = 0$ $\checkmark$; $x=0,a$ atau $y=0,b$ $\Rightarrow$ sinus lenyap $\checkmark$; $z=c$ memulihkan data $\checkmark$.
  2. Selubung silinder tipis pada $s = R_1$ membawa muatan permukaan seragam $\sigma_0$; selubung konduktor pada $s = R_2$ bertanah. Tentukan $V$ di tiga wilayah ($s < R_1$, $R_1 < s < R_2$, $s > R_2$). Verifikasi bahwa $V$ kontinu di kedua antarmuka, dan bahwa $E_s$ melompat tepat sebesar $\sigma_{\text{bebas}}/\varepsilon_0$ di masing-masing.
    Petunjuk. Hukum Gauss untuk $\mathbf{E}$ di wilayah tengah; $V = 0$ di $s \geq R_2$ (bertanah) dan di $sJawaban kunci.

    $$ V = \begin{cases} \dfrac{\sigma_0 R_1}{\varepsilon_0}\ln\dfrac{R_2}{R_1} & s < R_1 \\[2mm] \dfrac{\sigma_0 R_1}{\varepsilon_0}\ln\dfrac{R_2}{s} & R_1 < s < R_2 \\[2mm] 0 & s > R_2 \end{cases} \qquad E_s = \begin{cases} 0 & sR_2 \end{cases} $$
    Pemeriksaan: $V$ kontinu di $R_1$ dan $R_2$ $\checkmark$. Lompatan $E_s$ di $R_1$: $\sigma_0/\varepsilon_0$ = muatan bebas/$\varepsilon_0$ $\checkmark$. Lompatan di $R_2$: $\sigma_0R_1/(\varepsilon_0 R_2)$ — persis rapat muatan terinduk pada permukaan dalam selubung bertanah, dan total terinduknya $-\sigma_0(2\pi R_1 L)$ meniadakan muatan sumber $\checkmark$ (medan nol di luar semuanya).
  3. Kaleng silinder (Contoh 3.4) dengan $R = 5$ cm, $L = 10$ cm, $V_0 = 100$ V, tetapi tutup atas memiliki potensial non-seragam $V(s) = V_0\,J_0(j_{0,1}\,s/R)$ — nol tepat di tepi. Hitung $V$ di pusat kaleng $(s=0, z=L/2)$ dan bandingkan dengan Contoh 3.4.
    Petunjuk. Data batas kini adalah fungsi eigen Bessel pertama — paralel persis dengan Butir 1. Perhatikan kebetulan manis $L = 2R$.

    Jawaban kunci. Seluruh deret Fourier–Bessel kolaps ke satu suku:

    $$ V(s,z) = V_0\,J_0(j_{0,1}\,s/R)\,\frac{\sinh(j_{0,1}\,z/R)}{\sinh(j_{0,1}\,L/R)} \;\xrightarrow[\;L=2R,\ z=L/2\;]{}\; V_0\,\frac{\sinh j_{0,1}}{\sinh 2j_{0,1}} = \frac{V_0}{2\cosh j_{0,1}} \approx 0{,}09\,V_0 \approx 9{,}0\;\text{V} $$
    Jauh lebih kecil dari kasus tutup seragam Contoh 3.4: profil baru lenyap di tepi sehingga potensial rata-rata tutup jauh lebih rendah, dan karena datanya fungsi eigen tunggal, tidak ada akumulasi antarmode sama sekali. Periksa dimensi: $j_{0,1}z/R$ tak berdimensi $\checkmark$.
  4. Turunkan ulang solusi bola konduktor dalam medan seragam (Contoh 3.5) mulai dari ansatz pemisahan variabel, tanpa menggunakan teorema unikutas sebagai jalan pintas. Tunjukkan setiap langkah: ansatz, persamaan terpisah, penerapan batas, penentuan koefisien.
    Petunjuk. Ansatz umum $V = \sum_l (A_l r^l + B_l r^{-l-1})P_l(\cos\theta)$. Batas jauh menetapkan suku $A_l$; kondisi permukaan menetapkan $B_l$ mode demi mode (ortogonalitas $P_l$ memisahkan setiap $l$).

    Jawaban kunci. $V \to -E_0r\cos\theta$ menuntut $A_1 = -E_0$, $A_{l\neq1}=0$. Kondisi $V(R,\theta)=0$ untuk semua $\theta$ memberi $B_l = -A_lR^{2l+1}$ per mode, sehingga $B_1 = E_0R^3$ dan sisanya nol:

    $$ V(r,\theta) = -E_0\left(r - \frac{R^3}{r^2}\right)\cos\theta $$
    Pemeriksaan: di $r=R$, $V=0$ untuk semua $\theta$ $\checkmark$; $r\to\infty$ memulihkan medan seragam $\checkmark$; simetri ekuator $V(\pi-\theta)=V(\theta)$ terjaga $\checkmark$. Secara struktural, solusi ini = medan seragam + dipol $p = 4\pi\varepsilon_0R^3E_0$ di pusat — yang seharusnya identik dengan hasil metode citra kontinum; kesamaan dua konstruksi berbeda itu sendiri adalah wujud teorema unikutas.
  5. Kulit bola berjari $R$ bermuatan permukaan $\sigma(\theta) = \sigma_0\,P_2(\cos\theta) = \sigma_0(3\cos^2\theta-1)/2$. Tentukan $V$ di dalam dan di luar. Identifikasi momen kuadrupol yang dihasilkan. Apakah muatan total nol?
    Petunjuk. Hanya mode $l=2$: $V_{\text{in}} = Ar^2P_2$, $V_{\text{out}} = Br^{-3}P_2$ (hukum $\infty$ dan kehinggaan di $r=0$). Dua kondisi di $r=R$: kontinuitas $V$ dan lompatan $E_r = \sigma/\varepsilon_0$.

    Jawaban kunci. Kontinuitas: $B = AR^5$. Lompatan: $E_r^{\text{out}}-E_r^{\text{in}} = 3BR^{-4}P_2 + 2ARP_2 = 5ARP_2 = (\sigma_0/\varepsilon_0)P_2$, sehingga $A = \sigma_0/(5\varepsilon_0R)$:

    $$ V_{\text{in}} = \frac{\sigma_0}{5\varepsilon_0}\frac{r^2}{R}\,P_2(\cos\theta), \qquad V_{\text{out}} = \frac{\sigma_0}{5\varepsilon_0}\frac{R^4}{r^3}\,P_2(\cos\theta) $$
    Muatan total: $\int\sigma\,da = \sigma_0R^2\int P_2\,d\Omega = 0$ — ortogonalitas terhadap $P_0$ menjamin netralitas $\checkmark$. Kuadrupol: $Q_{zz} = \int\sigma R^2(3\cos^2\theta-1)\,da = 2\sigma_0R^4\!\int\!P_2^2\,d\Omega = \tfrac{8\pi}{5}\sigma_0R^4$, dengan $Q_{xx}=Q_{yy}=-Q_{zz}/2$; suku jauh $V_{\text{quad}} = \tfrac{1}{4\pi\varepsilon_0}\tfrac{Q_{zz}P_2(\cos\theta)}{2r^3}$ memulihkan $V_{\text{out}}$ persis $\checkmark$. Bonus: $\mathbf{E}(0)=0$ karena $V_{\text{in}}\propto r^2$.
  6. Menggunakan ekspansi $1/|\mathbf{r}-\mathbf{r}'|$ (Contoh 3.7), hitung momen dipol dan kuadrupol untuk distribusi: (a) muatan $+q$ di $(0,0,d)$ dan $-q$ di $(0,0,-d)$; (b) empat muatan $q$ di sudut-sudut tetrahedron beratur sisi $a$ yang berpusat di asal.
    Petunjuk. (a) Sumbangkan kedua muatan pada suku generik $q\,r'^{\,l}P_l(\cos\alpha)$ dan manfaatkan $P_l(-\cos\alpha) = (-1)^lP_l(\cos\alpha)$. (b) Gunakan sifat simetri: jumlah vektor posisi dan jumlah $v_iv_j$ tertib-tetap untuk tetrahedron; jari-jari lingkar $R_c = a\sqrt{6}/4$.

    Jawaban kunci. (a) Suku ke-$l$: $qd^{\,l}\left[1-(-1)^l\right]P_l(\cos\alpha)$ — hanya $l$ ganjil bertahan: $p = 2qd\,\hat{\mathbf{z}}$, kuadrupol $= 0$ (oktopol $2qd^3P_3$ adalah non-nol berikutnya).

    (b) $Q = 4q \neq 0$; $\mathbf{p} = q\sum\mathbf{v}_k = 0$; dan karena $\sum_k v_{k,i}v_{k,j} = \tfrac{4R_c^2}{3}\delta_{ij}$, diperoleh $Q_{ij} = q\left[3\cdot\tfrac{4R_c^2}{3}\delta_{ij} - 4R_c^2\delta_{ij}\right] = 0$. Simetri tetrahedral mematikan semua suku genap; momen anisotropik pertama adalah oktopol ($l=3$).

Bagian C — Metode Citra dan Teori Unikutas (Butir 7–12)

  1. Muatan $q$ pada ketinggian $d$ di atas bidang konduktor bertanah. Hitung (a) kerja yang diperlukan untuk memindahkan $q$ dari $\infty$ ke ketinggian $d/2$, (b) kerja total dari $\infty$ ke $d$, dan (c) verifikasi bahwa selisihnya sama dengan selisih energi sistem citra.
    Petunjuk. $U(x) = -q^2/(16\pi\varepsilon_0 x)$ (Contoh 3.8); kerja luar quasi-statis = selisih $U$ — perhatikan tanda untuk gerak searah vs melawan gaya atraktif.

    Jawaban kunci. (a) $W(\infty\!\to\! d/2) = U(d/2) = -q^2/(8\pi\varepsilon_0 d)$ — negatif: gaya menarik turun, kerja luaran justru menahan. (b) $W(\infty\!\to\! d) = -q^2/(16\pi\varepsilon_0 d)$. (c) Selisih = kerja untuk naik dari $d/2$ ke $d$:

    $$ W(d/2\to d) = U(d)-U(d/2) = +\frac{q^2}{16\pi\varepsilon_0\,d} \;\checkmark $$
    Positif — naik melawan tarikan. Konsistensi jalur-tak-bergantung terpenuhi karena $U$ adalah fungsi keadaan.
  2. Dua bidang konduktor tegak lurus (bidang $x=0$ dan $y=0$), keduanya bertanah. Muatan $+q$ di $(a,b,c)$ dengan $a,b,c > 0$. Tentukan jumlah dan posisi muatan citra yang diperlukan. Berapa muatan citra total?
    Petunjuk. Refleksi pada $x=0$ dan $y=0$ saling komutatif — posisi $c$ (sejajar garis potong) tidak berperan apa pun. Pola empat kuadran.

    Jawaban kunci. Tiga citra: $-q$ di $(-a,b,c)$, $-q$ di $(a,-b,c)$, $+q$ di $(-a,-b,c)$. Total citra $= -q$, sama dengan muatan terinduk $\checkmark$. Setiap bidang netral karena setiap pasangan cerminnya berjarak sama dengan tanda berlawanan — berlaku untuk $c$ berapa pun. (Ingat pula: dengan bidang ketiga $z=0$, jumlah citra menjadi 7 dengan total $-q$ juga.)

  3. Untuk bola konduktor bermuatan total $Q$ dengan muatan titik $q$ di luar (Contoh 3.14), hitung gaya pada $q$ dan bandingkan dengan kasus bola bertanah (Contoh 3.13). Apakah tambahan muatan $Q$ mengurangi atau memperbesar gaya? Jelaskan secara fisika.
    Petunjuk. Jumlahkan dua kontribusi sistem citra: pasangan $q$–$q'$ (tarik) dan $q$–muatan-pusat $Q-q'$ (dorong bila sejenis).

    Jawaban kunci.

    $$ F_{\text{isolat}} = \underbrace{-\frac{k_eq^2Ra}{(a^2-R^2)^2}}_{\text{polarisasi (tarik)}} + \underbrace{\frac{k_eq\,(Q-q')}{a^2}}_{\text{muatan pusat (dorong)}} = F_{\text{bertanah}} + \frac{k_eq}{a^2}\left(Q+\frac{R}{a}q\right) $$
    Untuk $Q>0$ suku tambahan positif: gaya melemah, dan berbalik repulsif untuk $Q > Q^{*} = qR^3(2a^2-R^2)/[a(a^2-R^2)^2]$ (Contoh 3.14). Secara fisika: muatan bersih menyebar merata (terwakili muatan pusat) dan mendorong $q$ menjauh, sementara polarisasi lokal (citra $q'$) tetap menarik; keduanya bersaing dan muatan bersih menang pada $Q$ besar.
  4. Lebih lanjut Silinder konduktor 2D berjari $R$ dipotong dua oleh bidang $\phi = 0$ dan $\phi = \pi$; setengah kanan pada $+V_0$, setengah kiri pada $-V_0$. Tentukan $V(s,\phi)$ di dalam silinder.
    Petunjuk. Data batas adalah fungsi tangga: $f(\phi)=+V_0$ untuk $0<\phi<\pi$, $-V_0$ untuk $\pi<\phi<2\pi$. Antisimetri $V(\phi+\pi)=-V(\phi)$ mematikan seluruh mode genap; yang bertahan semua $m$ ganjil. (Peringatan: jika batasnya $\pm V_0\cos\phi$, barulah hanya $m=1$ — bedakan data "tangga" dari data "kosinus".)

    Jawaban kunci. $f(\phi) = \tfrac{4V_0}{\pi}\sum_{m\ \text{ganjil}}\frac{\sin m\phi}{m}$, sehingga

    $$ V(s,\phi) = \frac{4V_0}{\pi}\sum_{m\ \text{ganjil}} \frac{1}{m}\left(\frac{s}{R}\right)^{m}\sin m\phi $$
    Bonus elegan: dekat pusat, $V \approx \tfrac{4V_0}{\pi}\tfrac{s\sin\phi}{R} = \tfrac{4V_0}{\pi R}\,y$ — medan seragam $E = 4V_0/(\pi R)$ mengarah ke $-y$. Ini geometri pembangkit medan seragam klasik (dipakai pada lensa elektrostatik dan bidang defleksi).
  5. Lebih lanjut Tunjukkan bahwa masalah nilai batas tidak memiliki solusi jika data Dirichlet tidak konsisten — misalnya dua potongan batas yang saling menimpa menetapkan $V_1 \neq V_2$ pada titik yang sama. Konstruksi contoh penyangkal.
    Petunjuk. Solusi Laplace selalu kontinu (bahkan halus) sampai ke tepi. Argumen dengan ketakhambilan: bagaimana mungkin satu titik batas memuat dua nilai? Contoh penyangkal paling telanjang: 1D, $V''=0$ di $(0,1)$ dengan data ganda $V(0)=0$ dan $V(0)=1$.

    Jawaban kunci. Tidak ada fungsi linear yang memenuhi keduanya — himpunan solusinya kosong: yang gagal bukan logika keunikan, melainkan keterpautan masalahnya. Secara umum: jika titik batas $P$ termasuk dua potongan bernilai $V_1\neq V_2$, kontinuitas $V$ di $P$ mustahil terpenuhi, jadi tidak ada solusi harmonik. Catatan kontras: data tercabik pada titik sudut yang berbeda (bukan bertimpa) sah-sah saja — misal $V(x,0)=0$ untuk $x<0$ dan $=1$ untuk $x>0$ di setengah bidang atas tetap punya solusi $V \propto \arctan(y/x)$, yang hanya tidak mencapai nilai batas tepat di satu titik sudut. Kesimpulan: teorema unikutas menuntut data yang konsisten dan terpaut dengan baik.

  6. Pratinjau Bab 4 Bola dielektrik berjari $R$ dengan permitivitas $\varepsilon$ ditempatkan dalam medan seragam $E_0$. Ansatzkan bentuk yang sama dengan bola konduktor tetapi dengan koefisien berbeda di dalam dan di luar; terapkan kondisi batas dielektrik: (i) $V$ kontinu di $r=R$, (ii) $D_r$ kontinu di $r=R$ (tidak ada muatan bebas). Tentukan faktor medan di dalam bola dan bandingkan dengan faktor 0 untuk konduktor.
    Petunjuk. $V_{\text{in}} = -E_{\text{in}}r\cos\theta$; $\;V_{\text{out}} = -E_0r\cos\theta + \beta E_0R^3\cos\theta/r^2$. Dua kondisi, dua unknown ($E_{\text{in}}, \beta$).

    Jawaban kunci.

    $$ E_{\text{in}} = \frac{3\varepsilon_0}{\varepsilon + 2\varepsilon_0}\,E_0, \qquad \beta = \frac{\varepsilon-\varepsilon_0}{\varepsilon+2\varepsilon_0} $$
    Tiga gerbang sekaligus lolos: $\varepsilon \to \infty$ memberi $E_{\text{in}} \to 0$ (kembali ke konduktor, Butir 4) $\checkmark$; $\varepsilon = \varepsilon_0$ memberi $E_{\text{in}} = E_0$ (tidak ada dielektrik) $\checkmark$; dan $\varepsilon \ll \varepsilon_0$ (rongga hampa dalam dielektrik) memberi $E_{\text{in}} \to \tfrac{3}{2}E_0$ — medan dalam rongga bola justru diperkuat, fakta penting untuk kegagalan isolasi rongga mikroskopis (Pratinjau Bab 4).

Bagian D — Pengembangan §3.6.2–§3.6.5 (Butir 13–22) Terapan

  1. Dua bidang konduktor bertanah membentuk sudut $60^\circ$ ($\alpha = \pi/3$). Muatan $q$ berada pada jarak $a$ dari rusuk, pada sudut $\phi_0$ dari bidang pertama ($0<\phi_0<\pi/3$). Tentukan posisi dan tanda kelima muatan citra, dan verifikasi kenetralan kedua bidang dengan argumen pencerminan berpasangan.
    Petunjuk. $2n-1 = 5$ citra, semuanya pada jarak $a$ dari rusuk; orbit sudutnya adalah hasil refleksi berulang $\phi \to -\phi$ dan $\phi \to \tfrac{2\pi}{3}-\phi$.

    Jawaban kunci. $-q$ pada $-\phi_0$; $\,-q$ pada $\tfrac{2\pi}{3}-\phi_0$; $\,-q$ pada $\tfrac{4\pi}{3}-\phi_0$; $\,+q$ pada $\phi_0-\tfrac{2\pi}{3}$; $\,+q$ pada $\phi_0-\tfrac{4\pi}{3}$. Total $= -q$ $\checkmark$. Di bidang $\phi=0$, tiap pasangan cermin (mis. $\phi_0$ vs $-\phi_0$; $\phi_0-\tfrac{2\pi}{3}$ vs $\tfrac{2\pi}{3}-\phi_0$; $\phi_0-\tfrac{4\pi}{3}$ vs $\tfrac{4\pi}{3}-\phi_0$) berjarak sama dan berlawanan tanda — netral $\checkmark$; argumen identik untuk bidang $\phi = \pi/3$.

  2. Bola konduktor berjari $R$ tidak bertanah melainkan dihubungkan ke terminal tegangan $V_1$ (melalui baterai ideal). Muatan titik $q$ pada jarak $a > R$. Tuliskan sistem citra lengkap, dan cari tegangan kritis $V_1^{*}$ di mana gaya pada $q$ tepat nol.
    Petunjuk. Mulai dari solusi bola bertanah (citra $q'$ pada $b=R^2/a$, membuat $V=0$ di permukaan), lalu geser permukaan ke $V_1$ dengan muatan pusat yang sesuai — muatan pusat hanya menaikkan $V$ secara seragam.

    Jawaban kunci. Citra: $q' = -(R/a)q$ pada $b = R^2/a$, plus muatan pusat $Q_1 = 4\pi\varepsilon_0RV_1$ (memberi kontribusi permukaan konstan $V_1$). Gaya:

    $$ F = k_e q\left[\frac{q'}{(a-b)^2} + \frac{Q_1}{a^2}\right] = 0 \;\Longrightarrow\; V_1^{*} = \frac{Q_1^{*}}{4\pi\varepsilon_0 R} = \frac{k_e\,q\,a^3}{(a^2-R^2)^2} \;>\;0 $$
    Sumber tegangan "menyuntikkan" muatan positif sampai dorongannya meniadakan tarikan citra — versi terkendali dari fenomena balik arah Contoh 3.14 (di sana $Q$ tetap; di sini $V$ tetap). Pemeriksaan batas: $a\to R$ membuat $V_1^{*}\to\infty$ — muatan yang menempel tidak bisa dilepas oleh tegangan berhingga $\checkmark$.
  3. Verifikasi hukum III Newton untuk sistem muatan–bidang: hitung total gaya pada bidang dengan mengintegralkan tekanan elektrostatik $\sigma^2/2\varepsilon_0$ atas seluruh bidang, dan tunjukkan hasilnya sama dengan gaya citra pada $q$.
    Petunjuk. Pakai $\sigma(\rho) = -\dfrac{qd}{2\pi(\rho^2+d^2)^{3/2}}$; integral yang dibutuhkan: $\displaystyle\int_0^\infty \frac{\rho\,d\rho}{(\rho^2+d^2)^3} = \frac{1}{4d^4}$ (substitusi $u=\rho^2+d^2$).

    Jawaban kunci.

    $$ F_z = \int\frac{\sigma^2}{2\varepsilon_0}\,da = \frac{q^2d^2}{8\pi^2\varepsilon_0}\int_0^\infty\frac{2\pi\rho\,d\rho}{(\rho^2+d^2)^3} = \frac{q^2}{16\pi\varepsilon_0 d^2} \;=\; F_{\text{citra}} \;\checkmark $$
    Arah: ke bawah (bidang tertarik ke $q$) — berlawanan dengan gaya pada $q$. Konsistensi ini bukan kebetulan: gaya pada konduktor harus bisa dihitung dari distribusi muatannya sendiri, dan kesamaan dengan jalur citra adalah uji silang gratis.
  4. Dipol $\mathbf{p}$ pada ketinggian $d$ di atas bidang bertanah. (a) Turunkan aturan citra dipol ($p_\perp$ dipertahankan, $p_\parallel$ dibalik) langsung dari citra dua muatan titik penyusunnya pada limit pemisahan $w\to 0$. (b) Tunjukkan orientasi setimbangnya stabil dan hitung frekuensi osilasi kecil di sekitarnya untuk momen inersia $I$.
    Petunjuk. (a) Susun $+q$ di $(0,0,d+w/2)$ dan $-q$ di $(0,0,d-w/2)$; citrakan keduanya; ambil $w\to0$ dengan $qw=p$ tetap. (b) Dari $U(\theta) = -\tfrac{p^2}{32\pi\varepsilon_0d^3}(1+\cos^2\theta)$, kembangkan di sekitar minimum.

    Jawaban kunci. (a) Muatan citranya $-q$ dan $+q$ pada kedalaman yang dicerminkan: limitnya persis dipol $p' = -p_x\hat{\mathbf{x}} - p_y\hat{\mathbf{y}} + p_z\hat{\mathbf{z}}$ — komponen normal selamat, komponen tangensial terbalik $\checkmark$.

    (b) Minimum di $\theta = 0$ (tegak lurus): $U \approx -\tfrac{p^2}{16\pi\varepsilon_0d^3} + \tfrac{p^2}{32\pi\varepsilon_0d^3}\theta^2$, sehingga $\kappa = \tfrac{p^2}{16\pi\varepsilon_0d^3}$ dan

    $$ \omega = \sqrt{\frac{\kappa}{I}} = \frac{p}{\sqrt{16\pi\varepsilon_0\,d^3\,I}} $$
  5. Untuk silinder di atas bidang (§3.6.5): (a) derivasikan rapat muatan terinduk $\sigma(x)$ pada bidang dan tunjukkan totalnya $-\lambda$; (b) bandingkan medan di titik tertinggi silinder dengan medan maksimum di titik terendah.
    Petunjuk. (a) Di $z=0$, medan vertikal dari pasangan garis berjumlah (bukan saling menghapus): $E_z = -\tfrac{\lambda}{2\pi\varepsilon_0}\cdot\tfrac{2a}{x^2+a^2}$. (b) Di puncak $(0,d+R)$, jarak ke kedua garis: $d+R\mp a$; di titik terendah pakai hasil Contoh 3.16.

    Jawaban kunci. (a)

    $$ \sigma(x) = -\frac{\lambda\,a}{\pi\,(x^2+a^2)}, \qquad \int_{-\infty}^{\infty}\sigma\,dx = -\lambda\,a\cdot\frac{\pi/a}{\pi} = -\lambda \;\checkmark $$

    (b) $E_{\text{top}} = \tfrac{\lambda}{2\pi\varepsilon_0}\left[\tfrac{1}{d+R-a}-\tfrac{1}{d+R+a}\right] = \tfrac{\lambda a}{2\pi\varepsilon_0 R(d+R)}$ (pembilang: selisih diatur menjadi $2a$; penyebut: $(d+R)^2-a^2 = 2R(d+R)$), sehingga

    $$ \frac{E_{\text{top}}}{E_{\max}} = \frac{d-R}{d+R} $$
    Dua batas: $d\gg R \Rightarrow 1$ (silinder terisolasi: medan seragam di permukaan) $\checkmark$; $d\to R \Rightarrow 0$ (puncak "tenang" sementara dasar meledak) $\checkmark$.
  6. Lebih lanjut Muatan titik $q$ berada di dalam rongga bola konduktor bertanah berjari $R$, pada jarak $a < R$ dari pusat. Tentukan muatan citranya, lokasinya, dan gaya pada $q$. Apa yang terjadi saat $q$ mendekati dinding rongga?
    Petunjuk. Identitas inversi $|\mathbf{r}-\mathbf{r}_q| = \tfrac{a}{R}|\mathbf{r}-\mathbf{r}_{q'}|$ pada $|\mathbf{r}|=R$ tidak peduli dari sisi mana $q$ berada — hanya lokasi citranya yang berpindah wilayah.

    Jawaban kunci. Citra $q' = -(R/a)q$ kini berada di luar bola, pada $b = R^2/a > R$; potensial akibat $q$ dan $q'$ lenyap di $r=R$ $\checkmark$. Di dalam rongga, $V$ memenuhi $\nabla^2 V = -q\,\delta/\varepsilon_0$ di titik $q$ dan Laplace di tempat lain — satu-satunya muatan lain, $q'$, memang berada di luar wilayah rongga.

    $$ F = \frac{k_e\,q\,q'}{(b-a)^2} = -\frac{k_e\,q^2\,R\,a}{(R^2-a^2)^2} \;\xrightarrow{\;a\to R^-\;}\; -\frac{k_e\,q^2}{4(R-a)^2} $$
    Mendekati dinding, gaya meledak dengan hukum bidang yang sama ($d = R-a$) — konsisten dengan intuisi "permukaan terlihat datar dari dekat", kini dari sisi dalam $\checkmark$. Inilah mekanisme penguatan medan lokal pada cacat rongga permukaan konduktor.
  7. Muatan $q$ di antara dua bidang bertanah berjarak $L$, pada ketinggian $d = L/2 + \delta$. Tanpa deret trigamma, tunjukkan dengan empat citra terdekat bahwa titik tengah adalah kesetimbangan tak-stabil, dan berikan konstanta pegas efektifnya.
    Petunjuk. Citra terdekat: $-q$ pada jarak $2d = L+2\delta$ (bawah) dan $-q$ pada jarak $L-2\delta$ (atas); pasangan $+q$ lebih jauh kontribusinya orde lebih tinggi. Kembangkan $\frac{1}{(L-2\delta)^2}-\frac{1}{(L+2\delta)^2}$ untuk $\delta$ kecil.

    Jawaban kunci. Gaya netto (ke atas, positif):

    $$ F \approx \frac{k_eq^2}{(L-2\delta)^2} - \frac{k_eq^2}{(L+2\delta)^2} \approx \frac{8\,k_e\,q^2}{L^3}\,\delta \;>\;0 \quad\text{untuk } \delta>0 $$
    Gaya searah simpangan: kesetimbangan tengah eksak (simetri) tetapi tak-stabil — pelepasan sedikit, muatan jatuh ke pelat terdekat. Kasus realistisnya: muatan uji antar-elektroda selalu jatuh ke salah satu sisi; inilah sebab penahanan elektrostatik butuh pengendalian aktif (teorema Earnshaw — pratinjau ke depan).
  8. Turunkan kapasitansi per satuan panjang saluran dua kawat sejajar (jari-jari $R$ masing-masing, pemisahan pusat $s > 2R$, potensial $\pm V_0$) menggunakan pasangan garis $\pm\lambda$ pada $x = \pm a$. Verifikasi dengan dua batas: $s \gg R$ dan $s \to 2R$.
    Petunjuk. Cermin §3.6.5 dengan simetri tengah: lingkaran ekipotensial kini berpusat di $\pm s/2$; relasi geometrinya $a^2 = (s/2)^2 - R^2$ dan $k = \exp(\operatorname{arccosh}(s/2R))$.

    Jawaban kunci. Potensial tiap kawat $= \pm\tfrac{\lambda}{2\pi\varepsilon_0}\operatorname{arccosh}(s/2R)$; beda potensial $2\times$ itu, sehingga

    $$ C' = \frac{\lambda}{2V_0} = \frac{\pi\varepsilon_0}{\operatorname{arccosh}(s/2R)} \;\xrightarrow{\;s\gg R\;}\; \frac{\pi\varepsilon_0}{\ln(s/R)} $$
    Batas $s\gg R$ memulihkan rumus dua-kawat klasik $\pi\varepsilon_0/\ln(s/R)$ $\checkmark$; $s\to2R$ membuat $C'\to\infty$ (kawat hampir bersentuhan) $\checkmark$. Perhatikan struktur argumen: tiga soal berbeda (silinder–bidang, kawat–silinder, dua kawat) adalah satu aljabar Apollonius yang sama dengan penempatan lingkaran berbeda.
  9. Buktikan klaim kontinuitas bola-bidang (Contoh 3.13): pada limit $a \to R^+$, distribusi muatan terinduksi pada bola bertanah memulihkan hukum bidang tunggal (Contoh 3.8). Buktikan!
    Petunjuk. Ambil titik dekat kutub: $\rho = R\sin\theta$ tetap, $d = a-R \to 0$. Jabarkan $a^2+R^2-2aR\cos\theta = (a-R)^2 + 2aR(1-\cos\theta)$ dan gunakan $1-\cos\theta \approx \rho^2/2R^2$ untuk $\theta$ kecil; pembilang $a^2-R^2 \approx 2Rd$.

    Jawaban kunci. Penyebut $\to d^2 + \rho^2$; pembilang $\to 2Rd$; sehingga

    $$ \sigma(\theta) = -\frac{q\,(a^2-R^2)}{4\pi R\,\big(a^2+R^2-2aR\cos\theta\big)^{3/2}} \;\xrightarrow{\;a\to R^+\;}\; -\frac{q\,d}{2\pi(\rho^2+d^2)^{3/2}} \;\checkmark $$
    persis hukum bidang (Contoh 3.8) dengan $d = a-R$. Klaim "permukaan lengkung terlihat datar dari sangat dekat" kini adalah teorema, bukan slogan.
  10. Kubus konduktor: setiap pasang sisi bertemu pada sudut dihedral $90^\circ = \pi/2$, yang "sah" menurut kriteria $\alpha = \pi/n$. Mengapa metode citra tetap gagal untuk kubus? Jelaskan.
    Petunjuk. Kriteria $\pi/n$ mengasumsikan bidang paruh-tak-hingga yang berbagi rusuk penuh. Pada kubus, cerminan muatan melintasi satu muka akan mendarat di wilayah yang berbatasan dengan muka-muka lain yang syaratnya belum terpenuhi.

    Jawaban kunci. Refleksi terhadap muka berhingga tidak menutup: setiap citra baru melanggar syarat batas pada muka-muka tetangganya, dan proses "mencerminkan citra yang melanggar" tidak pernah berhenti dengan konfigurasi berhingga yang konsisten. Grup refleksi kebidangan tak-hingga tertutup berhingga; muka-muka berhingga kubus menghancurkan penutupan itu. Solusi kubus butuh deret tak hingga (misalnya metode citra iteratif) atau numerik — contoh sempurna bahwa "sudut sah" saja tidak cukup; penutupan grup adalah kriterianya.

Peta Latihan → Materi

A1–A6: konseptual lintas-subbab · Butir 1–3: pemisahan variabel kartesian, silindris logaritmik, dan Fourier–Bessel (§3.3–3.4) · Butir 4–6: deret Legendre dan momen multipol (§3.5, Contoh 3.7) · Butir 7–9, 11: metode citra bidang & bola, energi, dan teori unikutas (§3.6.1–3.6.4) · Butir 10: mode tangga silindris (§3.4, soal "lebih lanjut" karena datanya fungsi tangga) · Butir 13–22: pengembangan terapan §3.6.2–3.6.5 · Butir 12: pratinjau dielektrik Bab 4.

Ringkasan Bab 3 — Empat Pilar dan Satu Katalog

1. Teorema unikutas adalah pengadil seluruh bab: syarat batas Dirichlet ($V$ pada seluruh batas), Neumann ($\partial V/\partial n$), atau campuran menetapkan satu-satunya solusi harmonik. Karena itu "tebak lalu verifikasi" adalah strategi sah — dan setiap verifikasi cukup dilakukan sekali.

2. Pemisahan variabel memberikan solusi tertutup dalam tiga koordinat:

$$ V_{\text{kartesian}} \sim \sin\frac{m\pi x}{a}\,\sinh(\gamma_{mn}z); \qquad V_{\text{sferik}} \sim \left(A_l r^l + B_l r^{-l-1}\right)P_l(\cos\theta); \qquad V_{\text{silindris}} \sim J_m(k_{mn}s)\,\sinh(k_{mn}z) $$

3. Ekspansi multipol (Contoh 3.7) menguraikan medan jauh menjadi hierarki yang dikendalikan $2l+1$ bilangan tetap-sumber per orde — momen $q_{lm}$ yang tidak bergantung titik pengamatan:

$$ V(\mathbf r) = \frac{1}{4\pi\varepsilon_0}\sum_{l,m}\frac{4\pi}{2l+1}\,\frac{q_{lm}\,Y_{lm}(\theta,\phi)}{r^{l+1}}, \qquad r > r'_{\max} $$

4. Metode citra menutup bab dengan katalog resep eksak — semuanya berdiri di atas unikutas:

GeometriSistem citraHasil khas
bidang tak hingga (3.6.1)$-q$ dicerminkan$U = -q^2/16\pi\varepsilon_0 d$
sudut $\alpha = \pi/n$ (3.6.2)$2n-1$ citratotal citra $= -q$
bola, bertanah/isolat (3.6.3–4)$q' = -(R/a)q$ pada $b = R^2/a$; $(+Q-q'$ di pusat$)$ambang balik arah $Q^{*}$
silinder–bidang; dua kawat (3.6.5)$\pm\lambda$ pada $a = \sqrt{d^2-R^2}$$C' = 2\pi\varepsilon_0/\operatorname{arccosh}(d/R)$

Dengan empat pilar ini, Bab 4 memperluas arena: muatan terikat dielektrik menggantikan muatan bebas konduktor, dan kondisi batas $D_n$ menggantikan syarat ekipotensial — tetapi arsitektur syarat batas + unikutas + ansatz tetap persis sama.